Bolmong Utara, Sulutnews.com – Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena menyerahkan secara simbolis QRIS Retribusi Pariwisata kepada Kepala Dinas Pariwisata Moh. N. Djarumia. Selasa (17/03/2025).
Hal ini dilaksanakan seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi keuangan, cara kita bertransaksi kini makin efisien dan cepat. Salah satu inovasi yang paling terasa manfaatnya adalah bayar pakai QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Acara ini berlangsung pada saat pelaksanaan apel KORPRI yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Para Pimpinan OPD dan ASN se-Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Manfaat utama menggunakan kartu QRIS atau scan QRIS untuk bayar parkir adalah kecepatan dan kemudahan (tanpa uang tunai/uang pas), serta meningkatkan keamanan transaksi karena tercatat secara digital.
“Pengguna terhindar dari repotnya mencari uang kembalian dan transaksi lebih higienis,” ungkap Bupati Sirajudin Lasena
Berikut adalah rincian manfaat menggunakan QRIS untuk parkir:
* Praktis dan Cepat: Transaksi hanya perlu scan kode QR menggunakan aplikasi mobile banking atau dompet digital, mempercepat proses keluar dari area parkir.
* Tanpa Uang Tunai (Cashless): Tidak perlu repot menyiapkan uang fisik atau menunggu kembalian, sangat membantu saat tidak ada petugas kasir yang membawa uang receh.
* Keamanan Terjamin: Transaksi tercatat otomatis di aplikasi, mengurangi risiko kesalahan hitung dan aman dari risiko uang palsu.
* Mencegah Tiket Hilang: Beberapa sistem QRIS memungkinkan kode QR dipindai dan disimpan di galeri foto atau menggunakan fitur tap (QRIS Tap), sehingga meminimalisir risiko kehilangan tiket fisik.
* Transparansi Pembayaran: Mencegah kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) karena semua transaksi parkir tercatat langsung di sistem pemerintah.
Penerapan QRIS ini merupakan bagian dari implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) yang terus didorong oleh Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas dan efisiensi pengelolaan pendapatan daerah.
Selain mempermudah proses pembayaran retribusi bagi pengunjung, penggunaan QRIS juga menambah pilihan kanal pembayaran digital bagi masyarakat.
Dengan adanya sistem ini proses pemungutan retribusi di kawasan wisata diharapkan menjadi lebih tertib, cepat dan aman.
Pemerintah daerah juga optimistis bahwa digitalisasi pembayaran ini dapat mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan yang berkunjung.
Inovasi ini juga diharapkan menjadi solusi dalam mengantisipasi tingginya kunjungan wisatawan, khususnya pasca Idul Fitri, ketika jumlah pengunjung ke kawasan wisata biasanya meningkat signifikan.
Dengan sistem pembayaran digital, proses transaksi dapat berlangsung lebih cepat, tertib dan efisien sekaligus mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. *** GG










