Bitung, Sulutnews.com – ” Wartawan adalah orang yang pertama melawan hoax”, demikian disampaikan Arham Licin melalui materinya pada kegiatan yang bertajuk ” Pesantren Ramadhan Jurnalistik 2024″.
Kegiatan dengan sub tema ” jurnalistik itu asik dan menyenangkan ditinjau dari perspektif agama” diikuti oleh seluruh siswa kelas Xll Madrasah Aliyah Al Khairaat Kota Bitung. Sabtu (23/03/24).
Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut, PWI Kota Bitung, Divisi Pendidikan dan Telematika, Arham Licin mengutarakan bahwa efek besar dari sebuah berita sangat luas dampaknya.
Terlebih di era informasi yang semakin pesat saat ini, penyebaran sebuah kabar semakin sulit diidentifikasi sumber kebenarannya.
Untuk itu, dihadapan para siswa, dirinya memaparkan upaya untuk mengenal berbagai produk pers serta fungsi dan tugas para jurnalis.
” Informasi jika ditegakkan dengan benar, maka ada etika yang harus di jalani.” Jelas Arham.
Dengan demikian maka sebuah berita yang diolah seorang jurnalis, kemudian menjadi produk pers adalah sebuah informasi yang kredibel dan dapat dipertanggung jawabkan.
Selanjutnya, di kesempatan yang sama, Pengurus PWI Kota Bitung, Divisi Hukum, Alfons Wodi melalui materinya memaparkan soal bentuk terjadinya sebuah informasi yang bisa terjerat oleh hukum.
Ia mengajak kepada para siswa untuk bijak bermedia sosial, mengingat saat ini tingginya pengguna media sosial datang dari kalangan pelajar.
” Saring setiap informasi yang kita dapat, kemudian pilah informasi tersebut dan hindari postingan atau komentar negatif di media sosial.” Jelasnya.
Lebih lanjut ia memaparkan, jangan menjadikan media sosial sebagai tempat pelampiasan, sebab akan berkaitan dan tentunya menyentuh kehidupan orang lain.
” Persoalan seperti ini yang kemudian menjadi sumber masalah dan mengakibatkan jeratan hukum, terlebih lagi seperti postingan yang berbau SARA dan pornografi sebaiknya dihindari dan tidak disebarkan.” Kata Alfonds.
Kegiatan yang berlangsung selama 2 jam ini merupakan kerjasama antara PWI Kota Bitung dan MA Alkhairaat Kota Bitung bertujuan untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi para pelajar.
Kepala MA Alkhairaat Kota Bitung, Nirmala Sarib berharap ” melalui pelatihan Jurnalistik ini mampu mengasah kemampuan siswa dan juga memberikan pengetahuan baru tentang dunia Jurnalisme,” cetusnya.
Di akhir kegiatan, para siswa dibentuk menjadi dua kelompok, kemudian menyiapkan dua pertanyaan untuk ditanyakan kepada kelompok lainnya.
Terlihat antusias para siswa saat menyerap materi yang disampaikan, ketika kedua kelompok saling lempar pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang diterima pada kegiatan tersebut.
Kegiatan pesantren Ramadhan jurnalistik ini dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Bitung, H. Yahya Pasiak, S.Ag, MM, dihadiri oleh Pengurus Komda Alkhairaat Kota Bitung, Banom Alkhairaat Kota Bitung serta ditutup dengan tausiyah oleh Ust Khalid Falugah
(Tzr)







