Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Sitaro · 5 Agu 2025 21:26 WITA ·

Armada Kapal Berkurang, Pemda dan DPRD Sitaro Desak Solusi ke Pemprov Sulut


armada kapal yang sandar di pelabuhan ulu siau Perbesar

armada kapal yang sandar di pelabuhan ulu siau

Sitaro.sulutnews.com – Dampak penghentian operasional kapal PT Surya Pacific Indonesia (SPI) sejak akhir Juli 2025 akibat pembekuan Document of Compliance (DOC) oleh KSOP kini dirasakan serius di wilayah kepulauan Sulawesi Utara, termasuk Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).

 

Kondisi ini membuat Pemerintah Daerah Sitaro dalam hal ini Dinas Perhubungan menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar DPRD, Selasa, 5/8/2025, di Kantor DPRD Sitaro. Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas IIIA Ulu Siau juga ikut hadir dalam pertemuan tersebut.

 

RDPU membahas solusi keterbatasan armada kapal yang menghubungkan Sitaro–Manado, sekaligus dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan. Dalam rapat itu, Pemda dan DPRD sepakat meminta penambahan kapal pengganti.

 

Kepala Dinas Perhubungan Sitaro, Indra Purukan, mengungkapkan pasca pembekuan izin PT SPI, kini hanya tersisa satu kapal beroperasi. Padahal sebelumnya tersedia dua kapal dengan jadwal pelayaran setiap Jumat dan Minggu.

 

“Penggantian kapal sangat dibutuhkan agar mobilitas masyarakat tidak terganggu. Kami sudah menyurat ke Dinas Perhubungan Sulut dan hal ini juga sudah ditindaklanjuti Ibu Bupati ke Gubernur,” jelas Purukan.

 

Meski demikian, proses penambahan kapal harus melalui persetujuan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut serta kesepakatan dengan operator.

 

Ketua DPRD Sitaro, Djon Ponto Janis, menegaskan pihaknya menerima banyak keluhan baik dari penumpang maupun pengusaha.

 

“Penumpang harus berebut tiket, sementara pengusaha ikan rugi besar karena produk rusak akibat penumpukan boks. Situasi ini juga memicu kenaikan harga bahan pokok dan bumbu dapur, inflasi pasti terjadi,” ujarnya.

DPRD Sitaro berkomitmen mengeluarkan rekomendasi resmi untuk menyurat ke Pemerintah Provinsi Sulut terkait pengadaan kapal pengganti.

 

Senada, Kepala Kantor UPP Kelas III Ulu Siau, Steady Lantang, menambahkan pihaknya selaku regulator tidak bisa menunjuk kapal pengganti secara sepihak. Ia berharap Dinas Perhubungan Provinsi dapat memfasilitasi pertemuan dengan pihak operator untuk mencari solusi.

 

Artikel ini telah dibaca 978 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Yusuf L Henuk Klaim Kalahkan Prof. Muryanto Amin dalam Perjuangan 3 Tahun Lebih

6 Februari 2026 - 08:08 WITA

SPPG Siau Timur Kembali Disorot, MBG Hanya Berupa Buah dan Makanan Ringan

30 Januari 2026 - 12:39 WITA

Lagi, Vionita Kuera Salurkan Bantuan Tunai untuk Keluarga yang Berduka di Sitaro

28 Januari 2026 - 17:02 WITA

Vionita Kuera Wakili DPRD Sulut Serahkan Bantuan kepada Keluarga Berduka di Siau Timur

27 Januari 2026 - 20:45 WITA

Trending di Sitaro