Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

NTT · 28 Jun 2025 17:34 WITA ·

Ancaman Santi Nenohais terhadap Anak-Anak di Desa Inaoe: Kegagalan Penegakan Hukum di Polsek Rote Selatan


Ancaman Santi Nenohais terhadap Anak-Anak di Desa Inaoe: Kegagalan Penegakan Hukum di Polsek Rote Selatan Perbesar

Rote Ndao,Sulutnews.com – Peristiwa ancaman serius yang dialami beberapa anak berusia 11 tahun di Desa Inaoe, Kecamatan Rote Selatan pada Jumat malam, 27 Juni 2025, mengungkapkan kegagalan sistem penegakan hukum di wilayah tersebut. Pelaku, Santi Nenohais, melontarkan ancaman mengerikan berupa kata-kata “salib,” “bakar,” dan “bunuh,” yang telah menimbulkan trauma mendalam pada korban. Kejadian ini bukan hanya melukai hati anak-anak, tetapi juga menggoyahkan rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap keadilan.

Yang paling mengejutkan adalah sikap pasif dan tidak responsif dari Polsek Rote Selatan. Laporan orang tua korban yang telah menghubungi pihak kepolisian justru diabaikan. Ketidakmampuan dan/atau ketidakmauan Polsek Rote Selatan untuk menindaklanjuti pengaduan ini menunjukkan kelemahan serius dalam penegakan hukum di daerah tersebut dan mengkhianati harapan masyarakat akan perlindungan yang seharusnya diberikan oleh aparat.

Ketidakpedulian Polsek Rote Selatan terhadap penderitaan anak-anak yang ketakutan dan trauma akibat ancaman tersebut, menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan profesionalisme anggota kepolisian di Polsek Rote Selatan. Kepercayaan publik pada penegakan hukum akan terus terkikis jika kasus seperti ini dibiarkan tanpa tindakan tegas dan adil.

Peristiwa ini menyoroti urgensi perlindungan anak dan penegakan hukum yang efektif. Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa harus dilindungi dari segala bentuk kekerasan dan ancaman. Pemerintah dan aparat penegakan hukum wajib mengambil langkah tegas untuk mengusut tuntas kasus ini, memberikan perlindungan dan pendampingan psikologis kepada korban yang trauma, dan menjatuhkan sanksi hukum yang setimpal kepada Santi Nenohais. Ketidakpedulian terhadap kasus ini akan berdampak buruk pada masa depan anak-anak dan citra penegakan hukum di Rote Selatan. Kita berharap keadilan segera ditegakkan dan trauma yang dialami anak-anak dapat segera disembuhkan.

Reporter: Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,241 kali

Baca Lainnya

Debat Pandangan Ammy Amelia Plt Bupati Cilacap: Haruskah KPK Memberi Peringatan Sebelum Melakukan OTT?

4 April 2026 - 08:18 WITA

Bupati Paulus Henuk Bersama Dirjen KKP Dan Perwakilan PLN Pertamina Patra Niaga Energi, Garam, dan Harapan dari Timur

2 April 2026 - 07:59 WITA

Usman Husin Dorong Perhutanan Sosial NTT Sebagai Motor Perekonomian Masyarakat

1 April 2026 - 17:49 WITA

Di Balik Jubah Pdt. David Selan Di duga ada perbuatan melawan hukum Dengan Salah satu Pengerja

31 Maret 2026 - 12:07 WITA

DIDUGA WM STAF PUSKESMAS OELE HINA TETANGGA, DILAPORKAN KE POLSEK ROTE SELATAN

30 Maret 2026 - 19:48 WITA

Sebulan Penuh April 2026 – Semarak HUT Rote Ndao ke-24 dan Paskah 2026

30 Maret 2026 - 15:56 WITA

Trending di Internasional