Sulutnews.com Bengkulu Selatan – Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ) menegaskan kesiapan organisasi untuk berkontribusi aktif sebagai wadah saluran informasi publik yang profesional, beretika, dan bertanggung jawab di tengah arus transformasi digital yang semakin pesat.
AMJ hadir sebagai organisasi yang menghimpun platform media sosial, media siber (daring/online), serta jurnalis dalam satu ekosistem kolaboratif. Kehadiran wadah ini diharapkan mampu memperkuat distribusi informasi yang akurat, berimbang, serta bermanfaat bagi masyarakat luas.
Penggagas sekaligus pendiri AMJ, Wibowo Susilo, S.E., menyampaikan bahwa peran AMJ sebagai saluran informasi publik merupakan bentuk tanggung jawab moral insan media terhadap masyarakat.
“AMJ kami dirikan untuk memastikan informasi publik disalurkan secara benar, beretika, dan dapat dipertanggungjawabkan. Media sosial, media siber, dan jurnalis harus berjalan seiring agar informasi yang sampai ke masyarakat tidak menyesatkan, tetapi mencerahkan,” ujar Wibowo.
Ia menambahkan bahwa di era digital, kecepatan informasi harus diimbangi dengan kualitas dan kepatuhan terhadap hukum.
“Kecepatan tidak boleh mengorbankan kebenaran. AMJ ingin menjadi wadah yang mendorong anggotanya tetap profesional, taat hukum, dan menjadikan kepentingan publik sebagai prioritas utama,” tambahnya.
AMJ juga menegaskan komitmennya untuk menjunjung tinggi prinsip kebebasan pers yang bertanggung jawab, meningkatkan literasi media, serta membangun sinergi dengan berbagai pihak dalam menciptakan ruang informasi publik yang sehat dan beradab.
Melalui peran tersebut, AMJ optimistis dapat menjadi mitra strategis dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap media, sekaligus menjaga kualitas arus informasi di era transformasi digital. (JN)





