Sulutnews.com Bengkulu Selatan – ketua Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ) kabupaten Bengkulu Selatan Habiburahman menegaskan dukungannya terhadap posisi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagai institusi negara yang berada di bawah Presiden Republik Indonesia. Sikap tersebut dinilai sejalan dengan pernyataan Listyo Sigit Prabowo yang disampaikan melalui media, bahwa Polri tetap berada dalam garis komando Presiden sesuai konstitusi.
AMJ kabupaten Bengkulu Selatan memandang penegasan Kapolri tersebut penting untuk menjaga pemahaman publik agar tidak terjadi distorsi informasi, khususnya di tengah dinamika ruang digital dan maraknya narasi yang berpotensi menyesatkan.
Sebagai organisasi yang mewadahi platform media sosial, media siber (online), dan jurnalis, AMJ kabupaten Bengkulu Selatan menilai pernyataan Kapolri merupakan bentuk penegasan kelembagaan yang perlu disampaikan secara utuh, berimbang, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.
Ketua AMJ kabupaten Bengkulu Selatan Habiburahman menyatakan bahwa AMJ mendukung Polri sebagai alat negara yang bekerja di bawah Presiden dalam rangka menjaga keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum.
“Pernyataan Kapolri bahwa Polri tetap berada di bawah Presiden perlu dipahami secara jernih oleh publik. AMJ mendukung penegasan tersebut dan mendorong insan media untuk menyampaikan informasi ini secara utuh agar tidak menimbulkan tafsir yang keliru,” ujar Habiburahman.
Ia menambahkan bahwa peran media sangat strategis dalam menjaga stabilitas informasi.
“Media memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga ruang publik tetap sehat. Dukungan terhadap Polri tidak menghilangkan independensi pers, justru memperkuat peran media dalam menjaga konstitusi, supremasi hukum, dan kepentingan nasional,” tambahnya.
AMJ juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong praktik jurnalistik dan aktivitas bermedia sosial yang taat hukum, beretika, dan bertanggung jawab, sekaligus menjadi saluran informasi publik yang edukatif dan terpercaya.
Dengan pendekatan kolaboratif tersebut, AMJ berharap sinergi antara Polri, media, dan masyarakat dapat terus terjaga demi stabilitas nasional dan kehidupan demokrasi yang sehat. (JN)





