Bitung, Sulutnews.com — Panitia pelaksana menggelar sesi face off bersama para atlet menjelang kegiatan “Baku Sayang X Baku Hantam Volume 2” yang akan berlangsung pada Selasa (31/3/2026) di Kedai Daong Lemong, Kelurahan Girian Weru II, Kecamatan Girian, Kota Bitung.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan atlet lokal di Kota Bitung, sekaligus menjadi wadah bagi komunitas fighter untuk menyalurkan bakat serta memperkuat sportivitas dan persaudaraan antar atlet bela diri.
Antusiasme peserta terlihat tinggi, dengan keterlibatan berbagai komunitas lokal yang siap bertanding secara profesional dan menjunjung tinggi fair play.
Ketua Panitia, Mario Mamuntu, menyampaikan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya membangun kebersamaan di kalangan generasi muda.
“Kegiatan ini kami hadirkan sebagai ruang positif bagi para fighter di Kota Bitung untuk menunjukkan kemampuan mereka secara sportif.
Lebih dari itu, ini adalah ajang mempererat persaudaraan dan menjauhkan generasi muda dari hal-hal negatif,” ujar Mario.
Di kesempatan yang sama, Pembina Bitung Fighting Club, Ical Mamuntu mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan atlet lokal agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
“Kami terus mendorong para atlet untuk berkembang, tidak hanya dari sisi teknik bertarung, tetapi juga mental dan disiplin.
Kegiatan seperti ini sangat penting sebagai sarana pembinaan berkelanjutan,” kata Ical Mamuntu.
Panitia berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar serta menjadi agenda rutin yang mampu mengangkat potensi atlet daerah ke tingkat yang lebih luas,
sekaligus memperkuat citra Kota Bitung sebagai salah satu pusat perkembangan olahraga bela diri di Sulawesi Utara.
Sementara itu, Owner Cafe & Resto Daong Lemong, Gidion Longkuto menuturkan, mendukung penuh kegiatan positif anak muda ini, khususnya di bidang olahraga.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena memberikan dampak positif bagi generasi muda. Harapannya, tempat kami bisa menjadi ruang kreatif sekaligus produktif bagi komunitas di Kota Bitung,” ungkap Gidion.
(Tzr)







