Manado, Sulutnews.com – “Saya ingin bekerja di Jepang untuk cari duit dan nafkah bagi keluarga meski jauh dari orang tua” kata Afver Makagian Teleng (21) salah satu peserta yang ikut seleksi program kerja Magang ke- Jepang kepada Wartawan Sulutnews.com disela-sela acara pendaftaran seleksi Kerja Magang ke- Jepang Kamis 31 Juli 2025 di Aula Dikda Sulut.
Afver Teleng lulusan SMK Negeri 1 Tabukan Kabupaten Sangihe Jurusan Akuntansi dan Lembaga tahun 2022 merupakan satu dari 1.776 peserta yang ikut mendaftar.
Ia mengatakan dirinya memberanikan diri untuk mendaftar setelah membaca di FB dan juga ada brosur. Ketika mempejari brosur bersama keluarga. Maka saya langsung mendaffar. Karena melihat peluang bekerja mencari nafkah di Jepang besar karena sudah ada pengalaman bekerja di Sangihe disalah datu Super Market selama empat bulan dengan gaji sesuai UMP. Namun tentunya dengan gaji yang ada saat ini saya langsung berhenti dan mendaftar Magang ke- Jepang” Program ini sangat baik dan saya senang” kata Teleng.

Foto -Kadis Dikda Sulut Dr Femmy Suluh M.Si
Karena nasib akan berubah bila nanti lolos kerja Magang ke- Jepang. Karena gajinya sekitar Rp 15 juta untuk kerja Magang dan bila sudah diterima bekerja tetap usai magang maka gaji sekitar 30 juta lebih.” Ini akan membantu saya dan keluarga saya. Karena meski jauh dari Tabukan di Sangihe saya berupaya ikut seleksi agar bisa magang dan bekerja di Jepang.
Begitu juga dikatakan peserta yang lain Alfa Sondakh ( 26) lulusan SMK Negeri 1 Motoling Minahasa tahun 2017 jurusan Pemasaran. Sejak lulus hanya bekeja di Unilever dan membantu orang tua di Desa Tondey Minsel bertani tanam Nilam dan jagung. Penghasilan tidak memadai. Ketika ada program magang ke Jepang saya ikut me daftar” Dengan pengalaman bekerja di perusahan Unilever selama beberapa tahu saya optimis bisa mengetahui cara bekerja” kata Sondakh yang masih bujangan.
Menurutnya kerja di Jepang mungkin bisa merubah nasib saya karena gaji lumayan besar. Karena itu saya akan berupaya bila lolos seleksi termasuk periksa kesehatan saya akan .lanjut ikut pelatihan bahasa dan budaya Jepang.” Saya optimis bisa ikut pelatihan enam bulan” kata Sondakh.
Bahkan Kristian Turang (18) peserta yang lain yang ikut seleksi me ngatatakan akan belajar baik ketika lolos seleksi. Karena keinginan bekerja di Jepang sudah lama.
“Saya berdoa bisa lolos tahun ini” kata Turang lulusan SMA Negeri 2 Manado tahun 2025. Memang belum ada pengalaman kerja. Tetapi dengan semangat yang ada saya optimis bisa sukses nanti.Sementara Juwita Nababan (18) lulusan SMK Negeri 1 Toluwaan Tombatu dari Minahasa Tengara juga kepada wartawan Sulutnews.com bersyukur ada program kerja Makang di Jepang. Juwita lulusan tahun 2025 jurusan Teknik Komputer Jaringan ini menambahkan dirinya belum ada pengalaman kerja. Tapi saya bila lolos seleksi akan belajar baik dalam pelatihan di Balai Latihan Kerja atau sekolah tempat latihan” Saya optimis bisa cepat menguasai bahasa Jepang dan budayanya” kata Juwita .Orang tua sangat banga karena bekerja di Jepang sangar baik.

Foto – Empat Peserta Gelombang Kedua Yang Sudah Selesai Pelatihan Enam Bulan
Sementara dua peserta yang sudah ikut pelatihan di SMA Lombok Minahasa Utara pada gelombang kedua sejak Oktober 2024 dan sudah selesai selama enam bulan kepada Wartawan Sulutnews.com disela sela seleksi Kamis 31 Juli 2025 mengatakan, mereka ikut pelatihan bahasa Jepang dan budaya serta cara kerja di Jepang” Kami bersyukur bisa ikut pelatihan dan sudah memahami bahasa Jepang dan budaya” kata Leonard Gerungan (26) dan Revelino Runtukahu (24) yang hadir juga memberikan motivasi kepada peserta.
Leonard Gerungan lulusan SMK Klabat Airmadidi Minut jurusan Administrasi Perkantoran. Sementara Revelino Runtukahu lulus SMK Klabat jurusan Tata Kelolah Perkantoran. Dua peserta gelombang kedua tersebut tingal menungu pangilan. Mereka sudah menguasai semua..” Kami berharap yang akan ikut seleksi gelombang tiga ini harus semangat dan jaga kesehatan” kata Leonard dan Revelino.
Sejumlah orang tua yang anaknyq ikut seleksi juga menyatajan banga dan bersyukur bisa ikut seleksi anak mereka untuk kerja magang di Jepang.” Saya senang program ini karena itu saya mendorong anak saya ikut seleksi” kata Ibu Ave Kainde asal Tomohon yang anaknya Christofor Nabur (18) lulusan SMK Kristen I Tomohon jurusan Disain Bangunan. Saya berdoa terus agar anak daya bisa lolos seleksi.” Saya optimis bisa lolos” kata Ibu Kainde.
Begitu juga dikatakan Ibu Meike Lomboan yang anaknya Fenesya Palar (21) lulusan SMK Yadika Mapanget jurusan Keperawatan. Saya senang dan optimis anak saya bisa lolos seleksi magang ke Jepang.
Dalam proses seleksi saat ini ketat karena dari data yang ada sekitar 1.776 yang mendaftar yang akan diterima hanya 450 untuk ikut pelatihan. Dalam seleksi wawancara Ibu Kadis Dikda Dr Femmy Suluh M.Si dan Kabid SMK Vecky Pangkerego S.Pd M.Pd ikut wawawancars peserta. Dan dari PT Indonesia Nippon Asosiation ( PT.INA). Juga ikut melakukan seleksi ketat. Dengan program ini mudah mudahan bisa sukses peserta yang ikut seleksi untuk perbaiki kehidupan lebih baik dan sejahtra ketika bekerja di Jepang.
Penulis :Fanny Waworundeng






