
Foto : Sekretaris TP-PKK Bolaang Mongondow Utara, Moy Olivia Pontoh Mamonto, isteri dari Wabup Moh. Aditya Pontoh
Bolmong Utara, Sulutnews.com – Sekretaris TP-PKK Bolaang Mongondow Utara, Moy Olivia Pontoh Mamonto, isteri dari Wabup Moh. Aditya Pontoh, memimpin dan mengikuti Zoom Meeting yang diselenggarakan oleh TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara, bertempat di ruang kerja Bupati. Senin (15/09/2025).
Tahun ini, HUT Sulut mengusung tema besar “Sulawesi Utara Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan”. Tema tersebut mencerminkan arah pembangunan daerah yang terus bergerak maju dengan mengedepankan kesejahteraan masyarakat serta keberlanjutan sumber daya untuk generasi mendatang.
Kegiatan tersebut membahas dan mempersiapkan “Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman” (B2SA) berbasis sumber daya lokal dalam rangka HUT ke-61 Provinsi Sulawesi Utara, akan dilaksanakan di Kota Manado.
Provinsi Sulawesi Utara dikenal dengan daerah nyiur melambai yang sering disingkat dengan Sulut ini didirikan pada tanggal 23 September 1964, berdasarkan UU No. 13 tahun 1964. Dengan demikian tanggal 23 September ini dirayakan sebagai hari jadi Provinsi Sulawesi Utara.
Acara kompetisi kuliner yang diselenggarakan guna mendorong masyarakat dari setiap daerah akan mempromosikan penggunaan bahan pangan lokal yang bergizi, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya konsumsi pangan yang beragam dan seimbang.
Menurut keterangan Ibu Moy Olivia Pontoh Mamonto, dalam kegiatan
B2SA menjadi dasar pedoman gizi seimbang yang menggantikan konsep 4 Sehat 5 Sempurna, dengan fokus pada kualitas gizi yang seimbang dari berbagai jenis makanan yang aman dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
Tujuan Lomba:
- Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.
- Mendorong inovasi dalam menciptakan menu sehat yang menggunakan bahan-bahan lokal.
- Mempromosikan hasil potensi alam daerah dan mengurangi ketergantungan pada beras dan terigu.
- Meningkatkan kemandirian pangan lokal dan melestarikan sumber daya alam.
Kriteria Penilaian:
- Kreativitas:
Inovasi dalam menciptakan resep baru dan keunikan sajian. - Kesehatan:
Kandungan gizi dan keseimbangan nutrisi dari menu yang disajikan. - Keterjangkauan:
Penggunaan bahan pangan lokal yang mudah didapat dan terjangkau. - Presentasi:
Penampilan hidangan yang menarik dan menggugah selera.
Peserta dan Bahan Pangan Lokal:
- Peserta umumnya adalah anggota Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dari berbagai kecamatan.
- Bahan pangan lokal yang digunakan bisa berupa singkong, jagung, ubi jalar, sagu, sukun, serta berbagai jenis sayur dan buah lokal.
Manfaat:
- Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang baik.
- Mendukung gerakan konsumsi pangan sehat dan bergizi di tingkat rumah tangga.
- Mengangkat citra makanan khas daerah berbasis kearifan lokal. *** GG






