Tahuna,Sulutnews.com — Lonjakan harga beras premium kembali menghantui masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kenaikan ini dirasakan cukup signifikan, terutama di wilayah kepulauan seperti Pulau Kahakitang. Jika sebelumnya harga beras 14 kilogram berada di kisaran Rp220 ribu, kini melonjak hingga Rp240 ribuan.
Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin terbebani, mengingat beras adalah kebutuhan pokok utama. Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe bersama Polres Kepulauan Sangihe pun bergerak cepat dengan menggencarkan pasar murah melalui program Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).
Meski langkah ini disambut baik, sebagian warga masih mengeluhkan kualitas beras SPHP yang dianggap belum sebanding dengan beras premium di pasaran.
Asisten II Pemkab Sangihe, Gery Londo, menegaskan bahwa persoalan kenaikan harga beras bukan hanya terjadi di Sangihe, melainkan masalah nasional yang terus menjadi perhatian pemerintah.
“Kondisi kenaikan harga beras merupakan persoalan nasional. Pemerintah berupaya menjaga ketersediaan pasokan dan menekan harga, salah satunya melalui program SPHP yang juga dilaksanakan di Sangihe,” ujar Gery Londo.
Untuk memastikan distribusi beras berjalan lancar hingga wilayah kepulauan, Pemkab Sangihe juga melaksanakan operasi pasar rutin, khususnya di Pulau Tatoareng. Setiap hari Rabu dan Sabtu, pasar murah digelar di area Pelabuhan Towoe, titik keberangkatan kapal menuju Tatoareng.
Masyarakat berharap langkah pemerintah ini tidak hanya mampu menstabilkan harga beras, tetapi juga meningkatkan kualitas beras SPHP agar benar-benar bisa menjadi alternatif dari beras premium yang harganya kian melambung. (Andy Gansalangi)





