Bupati Sitaro Siapkan 93 Koperasi, Pumpente dan Laingpatehi Tertunda Karena Relokasi
SITARO.sulutnews.com – Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) bergerak cepat membentuk koperasi desa sebagai bagian dari program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah pusat. Hingga awal Juli 2025, tercatat sudah ada 93 koperasi berdiri di 83 desa dan 10 kelurahan yang tersebar di 10 kecamatan. Dari jumlah tersebut, 86 koperasi telah resmi berbadan hukum, sementara sisanya masih dalam proses pengesahan.
Pelaksana Tugas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Sitaro, Eddy Salindeho, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti instruksi pusat begitu program ini diluncurkan. “Awalnya direncanakan launching pada 12 Juli 2025 bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional, tetapi ditunda ke 19 Juli 2025,” jelas Eddy saat ditemui di kantornya, Selasa, 08/07/2025.
Namun, di tengah persiapan ini, terdapat dua desa di Sitaro yang tidak bisa mengikuti program, yakni Pumpente dan Laingpatehi. Kedua desa yang berada di lereng Gunung Ruang itu masuk daftar penghapusan administratif akibat erupsi besar tahun lalu dan warganya akan direlokasi ke Desa Modisi, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.
Eddy, yang juga Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, menegaskan bahwa tugas pemerintah daerah sebatas membentuk koperasi dan menyiapkan administrasi. “Agenda setelah launching akan sepenuhnya ditentukan oleh pemerintah pusat,” katanya.
Dalam konteks daerah, koperasi di Sitaro diharapkan bisa bersinergi dengan BUMDes, UMKM, hingga kelompok nelayan dan petani organik sebagai penggerak ekonomi lokal. Menyongsong peluncuran nasional yang tinggal menghitung hari, Pemkab Sitaro kini fokus menyiapkan tahap berikutnya, yakni operasionalisasi koperasi.
“Kami tinggal menunggu tindak lanjut serta petunjuk teknis dari pusat,” pungkas Eddy.





