Manado, Sulutnews.com – Asisten I Pemda Sulut yang juga menjabat Kadis Infokom Sulut Dr Denny Mangala M.Si mengatakan, Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE sama sekali tidak anti kritik.
Karena menurut Juru Bicara Pemda Sulut itu, kritik merupakan bagian penting dari dinamika demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang sehat.
“Jadi Gubernur sangat terbuka menerima kritik. Bahkan beliau menilai kritik adalah vitamin bagi penyelenggaraan pemerintahan” kata Denny Mangala kepada wartawan Sulutnews.com Selasa (26/8) di Manado.
Menurut Mangala yang perlu digarisbawahi, kritik yang membangun haruslah disampaikan dengan fakta dan data, bukan berdasarkan fitnah, hoaks, atau informasi yang tidak terverifikasi,” jadi kritik bole dan sah tetapi harus sesuai data dan fakta” tegas Mangala.
Transparan
Mangala menjelaskan, Gubernur Yulius Selvanus senantiasa mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam kepemimpinan.
Karena itu, masukan yang berbasis pada realitas lapangan akan selalu menjadi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan strategis.
“Kritik yang berdasar pada kajian, analisa, dan realita akan memperkaya kebijakan publik. Tetapi bila berbentuk tuduhan tanpa bukti, itu justru merugikan masyarakat karena dapat menyesatkan opini publik,” ujar Mangala
Mangala juga mengimbau media dan masyarakat untuk bersama menjaga ekosistem informasi yang sehat, terutama di era digital saat ini, di mana arus informasi begitu cepat menyebar. Pemda Sulawesi Utara, katanya, selalu menghargai peran Pers sebagai pilar demokrasi sekaligus mitra pembangunan.
Menurut Mangala, Gubernur tidak pernah menutup diri terhadap kritik. Tapi mari kita bangun Sulawesi Utara dengan kritik yang cerdas, bermartabat, dan berbasis fakta,” Bila kritik membangun dengan data dan fakta akan sangat baik” kata Mangala. (Fanny)





