Tahuna, Sulutnews.com – Bertempat di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, menghadiri kegiatan yang diselenggarakan oleh lembaga anti rasua, Rabu (13/08/2025)
Kegiatan yang dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, Ketua DPRD Fransiscus Andi Silangen, serta para Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Sulawesi Utara, serta unsur pimpinan DPRD dari masing-masing daerah. Rapat ini juga diikuti oleh para Sekretaris Daerah, Inspektur, serta Kepala Badan Keuangan dari seluruh kabupaten/kota di wilayah Provinsi Sulawesi Utara.

Para pejabat KPK RI yang hadir dalam kegiatan ini adalah Wakil Ketua KPK Johanis Tanak, Plt. Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi Agung Yudha Wibowo, Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV Edi Suryanto.
Di forum tersebut, para kepala daerah bersama pimpinan DPRD diminta untuk memaparkan kondisi aktual terkait permasalahan korupsi di daerah masing-masing, sekaligus menyampaikan langkah-langkah pencegahan yang telah dan akan dilakukan oleh pemerintah daerah.
Rapat koordinasi ini menjadi wadah penting dalam memperkuat sinergi antara KPK dan pemerintah daerah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sistematis dan berkelanjutan untuk mencegah serta memberantas praktik korupsi di lingkungan pemerintah daerah.
Sebagai bentuk komitmen nyata, kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan Komitmen Bersama Pencegahan Korupsi oleh Gubernur Sulawesi Utara, Ketua DPRD Provinsi, serta seluruh Bupati dan Wali Kota se-Sulawesi Utara.
Pada sesi diskusi, Bupati Thungari mengemukakan persoalan utama yang kerap memicu korupsi, hal itu dipicu lemahnya sistem pengawasan internal, rendahnya kepatuhan pada aturan, dan minimnya transparansi dalam pelayanan publik maupun pengadaan barang/jasa.

“Hal mendasar terjadinya Korupsi akibat lemahnya pengawasan, maka perlu yang namanya integritas dalam menjalankan tugas dengan mempedomani aturan agar terhindar dari jerat perilaku koruptif” ungkap Bupati.
Bupati Thungari juga mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe siap untuk mendukung program pencegahan korupsi serta berkomitmen membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani.
“Sudah pasti kepemimpinan kami memprioritaskan tata kelola pemerintahan yang bersih, sebagai komitmen kami mendukung upaya pemberantasan korupsi” tutur Bupati Thungari.
Sementara itu, Wakil Ketua KPK Johanis Tanak mengingatkan pentingnya peran kepala daerah sebagai teladan utama dalam membangun budaya antikorupsi.
(Andy Gansalangi)





