Menu

Mode Gelap
Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix

Internasional · 2 Jul 2025 23:54 WITA ·

Pekan Depan Kick Off MQK Internasional ke-1 Tahun 2025 Digelar


Koordinasi persiapan MQK tahun 2025, Kementerian Agama RI.(hms/kmg) Perbesar

Koordinasi persiapan MQK tahun 2025, Kementerian Agama RI.(hms/kmg)

Editor: Michael G. Tumiwang/UKW6508

Jakarta – Kick Off Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Internasional ke-1 akan digelar Selasa, (8/7/2025), semakin dimatangkan Kementerian Agama RI. Kick Off ini menjadi penanda dimulainya pelaksanaan rangkaian MQK di Pesantren As’adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, 1–7 Oktober 2025, mendatang.

Rencananya, Kick Off akan dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Luar Negeri Sugiono, Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, para duta besar negara peserta MQK, tokoh nasional, serta pengasuh pesantren dari dalam dan luar negeri.

Selain itu, pada kesempatan tersebut, logo dan maskot MQK Internasional ke-1 Tahun 2025 akan diluncurkan secara resmi, sekaligus menjadi momentum peluncuran berbagai side event menuju pelaksanaan MQK mendatang.

Dalam releasnya, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Suyitno menegaskan, MQK tahun 2025 mengalami lompatan penting. Tidak lagi sekadar event nasional, MQK kini hadir di tingkat internasional, menandai terbukanya wajah pesantren Indonesia ke tingkat global.

“MQK kali ini istimewa, karena untuk pertama kalinya berskala internasional dan diadakan di kawasan timur Indonesia. MQK kali ini juga diselenggarakan berbasis digital, serta mengusung semangat local to global,” terang Suyitno dalam rapat koordinasi di Jakarta, Selasa (1/7/2025).

Ia menjelaskan juga, seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari seleksi hingga pelaporan, akan terintegrasi secara digital untuk meningkatkan efisiensi dan jangkauan. Sementara itu, pendekatan local to global dimaksudkan agar nilai-nilai khas pesantren Indonesia dapat dikenalkan lebih luas ke dunia internasional, tanpa kehilangan akar tradisinya.

NEGARA ASIA TENGGARA

Tak hanya itu saja, partisipasi internasional dalam MQK 2025 akan melibatkan negara-negara Asia Tenggara, yaitu: Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Myanmar, Kamboja, dan Timor Leste serta Indonesia sebagai tuan rumah. Kehadiran negara-negara ini diharapkan memperkuat peran pesantren sebagai pilar diplomasi kebudayaan dan pusat keilmuan Islam di kawasan.

Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, Arskal Salim menambahkan bahwa penyelenggaraan MQK Internasional tahun 2025 yang berbasis digital memungkinkan keterlibatan lebih luas dari seluruh ekosistem pesantren di Indonesia.

“Dengan pendekatan digital, MQK tahun ini dapat menjangkau seluruh pesantren yang telah berpartisipasi dalam seleksi berbasis CBT, jumlahnya lebih dari 8.000 pesantren,” jelas Arskal.

Dia menjelaskan, pemanfaatan platform digital tidak hanya efisien, tetapi juga sejalan dengan semangat modernisasi pendidikan pesantren yang tetap berbasis tradisi keilmuan klasik.(Kmg/MGT/*)

 

 

 

Artikel ini telah dibaca 1,445 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Taman Doa St. Yosef Tertidur di Kakaskasen Tomohon Cocok Untuk Dikunjungi Semua Usia

25 Mei 2026 - 08:15 WITA

Walikota Tomohon Caroll Senduk Dampingi Ketua TP-PKK Menghadiri Syukuran HUT Ke-44 Jemaat GMIM Kakaskasen Maranatha

24 Mei 2026 - 20:38 WITA

Indonesia Perkuat Perlindungan Jemaah Haji dengan Arab Saudi

23 Mei 2026 - 23:50 WITA

Kepsek SMAN 9 Manado Hendra Masie Apresiasi Siswanya Meraih Juara Umum dan Juara Pertama Dalam FLS3N Tingkat Kota Manado

23 Mei 2026 - 18:33 WITA

BRI Dukung Pendidikan Daerah, Salurkan Beasiswa bagi 59 Mahasiswa UNIKA Weetebula

23 Mei 2026 - 15:06 WITA

Wapres Percepat Swasembada dan Penguatan Ekonomi Daerah, Proyek Garam Rote Ndao Jadi Kunci Utama

23 Mei 2026 - 04:13 WITA

Trending di Internasional