Manado, Sulutnews.com – Kepsek SMK Negeri 3 Manado Silvya Ransulangie S.Pd.MM optimis 464 siswa yang ikut Uji Kompetensi Keahlian ( UKK) tahun ini bisa lulus dengan sertifikat keahlian yang berkualitas.
Hal tersebut dikatakan Kepsek Silvya Ransulangie kepada wartawan Rabu (30/4) disekolahnya. UKK mulai dari 10 April hinga 29 April.
Menurutnya 464 Siswa itu Ikut UKK diuji untuk tujuh kompetensi keahlian yang ada disekolahnya.
Tujuh kompetensi keahlian itu antara lain Perhotelan, Kuliner, Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi, Kecantikan SPA , Busana, Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim, Usaha Perjalanan Wisata.
UKK ini juga sebagai evaluasi siswa selama belajar. Dan ini juga terkoneksi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI)
Dalam UKK aksessor atau penguji dari pihak luar atau DUDI. Namun tetap obyektif. Kepsek menambahkan lulusan SMK Negeri 3 siap kerja.
Dalam UKK berjalan lancar meski awalnya ada kendala dana karena terlambat cair Dana Oprasional Sekolah (BOS). Namun hinga selesai lancar. Kepsek mengatakan sekilahnya dengan siswa sekitar 1.500 siswa terus lakukan pembenahan terutama proses belajar mengajar.
Transparan.
Menjawab pertanyaan terkait pengunaan dana BOS dan dana Peran Serta Masyarakat (PSN) dari siswa sangat trasnsparan. ” Kepsek bantah kalau dirinya yang kelolah senduri dan ridak transparan”:kata Kepsek.
Menurutnya untuk dana BOS memang ada terlambat cair .Namun UKK dan kegiatan belajar berjalan lancar karena ada upaya dari saya sebagai Kepsek mencari dana lain. BOS nanti cair sekitar 14 April 2025 sementara UKK sejak 10 April. Tapi pakai dana lain sehinga lancar. Dan hinga akhir UKK 29 April selesai dengan baik. Untuk dana SPN dari siswa hanya sedikit Rp 6 karena dari 1.500 jumlah Siswa hanya 40- an siswa yang memberikan dana SPN yaitu dana sukarelah dari siswa. ” Jadi semua informasi terkait dana BOS dan SPN itu transparan dan pengunaan sesuai ketentusn yang ada” kata Kepsek.
Untuk Dana BOS itu pengunaan sesuai orogram yang diusulkan dari guru guru waliklas saat penyusunan program dalam sekolah.
“Jadi bukan dari saya tetapi semua program yang diusulkan dari guru guru dan waliklas dan ketua jurusan keahlian” katanya. Kepsek menambahkan dirinya sudah sampaikan kepimpinan yakni Kadis Dikda dan Kabid SMK .Semua kita laporkan kepada atasan terkait pengelolaan dana BOS dan dana SPN.(Fanny)







