Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Manado · 22 Nov 2024 22:52 WITA ·

Walukow dan Schramm Ingatkan TAPD Provinsi Sulut, Anggaran APBD Sulut Tahun Anggaran 2025 Harus Pro Rakyat


Walukow dan Schramm Ingatkan TAPD Provinsi Sulut, Anggaran APBD Sulut Tahun Anggaran 2025 Harus Pro Rakyat Perbesar

MANADO, Sulutnews.com – Badan Anggaran DPRD Sulut, mulai melakukan pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2025. Saat menggelar rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Jumat (22/11/2024) Anggota Banggar DPRD Henry Walukouw menyatakan pembahasan APBD tahun 2025 akan dilakukan dengan memprioritaskan anggaran yang akan membiayai  program pro rakyat.

“APBD 2025 harus dibahas secara mendalam dan tidak terburu – buru meski pun ditargetkan cepat selesai tetapi karena Ini menyangkut kesejahteraan rakyat kami akan kawal,”kata Henry disela pembahasan yang digelar di ruang rapat paripurna kantor DPRD Sulut.

Juga politisi Partai Demokrat yang duduk di Anggota DPRD Sulut dari Daerah Pemilihan Minut – Bitung ini, mengatakan, alasan pembahasan sudah terlambat, dan kemudian dilakukan dengan tergesa-gesa itu tidak akan mempengaruhi substansi Anggaran yang benar-benar benar Pro Rakyat “Kami akan kawal. Kami tidak mau menggunakan jalan tol atau dengan tergesa-gesa karena ini terkait kepentingan rakyat,” tegas Henry

Senada dengan Henry, Anggota Banggar perwakilan Fraksi Partai Gerindra Louis Carl Schramm mengatakan, pembahasan APBD harus dilakukan dengan serius dan mendalam agar keberpihakan anggaran diprioritaskan untuk program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.“Kita harus membahas secara mendetail, jangan sampai pembangunan daerah menjadi pincang akibat pembahasan yang dilakukan tergesa-gesa. Jangan sampai abis ini dipanggil lagi oleh Polisi atau KPK,” kata Louis.

Tak hanya itu, Louis juga menegaskan bahwa dalam pembahasan APBD tahun 2025 bukan masaalah waktu meskipun ada target waktu, namun bagaimana kwalitas atas pembahasan sehingga APBD yang ditetapkan bisa menjawab apa yang diharapkan oleh masyarakat.“Kalau hari Selasa kita belum selesai bahas bagaimana? Kita harus bahas dulu dong. Detail. Sampai betul-betul pas dan sesuai baru bisa kita tetapkan,” tegas Louis sambil mengingatkan SKPD dapat memberikan data sesuai dengan kebutuhan anggaran sebagaimana program yang sudah disusun.(Josh tinungki)

Artikel ini telah dibaca 1,519 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Merson Simbolon Resmi Mendaftar Sebagai Bakal Calon Ketua PWI Sulut Bawa Misi Peningkatan Kompetensi

19 Maret 2026 - 19:53 WITA

Merson Calon Ketua PWI Sulut Bergelar Doktor dan Lulusan Lemhanas

19 Maret 2026 - 17:41 WITA

Ulyas Taha : 1 Syawal Diperkirakan Sabtu 21 Maret 2026

19 Maret 2026 - 11:59 WITA

Bank BSGo Tutup Kantor Cabang Selama Libur Nyepi Dan Idulfitri Tanggal 18 s.d 25 Maret 2026

18 Maret 2026 - 21:33 WITA

Glady Bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) Siswa Jenjang SMP Di Manado Digelar Bertahap

18 Maret 2026 - 21:19 WITA

Dirut BSG Revino Pepah: BSG Siapkan Dana Rp 1 Triliun di 296 ATM Selama Libur Lebaran Idul Fitri

18 Maret 2026 - 17:41 WITA

Trending di Bisnis