Manado,Sulutnews.com – Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Dan Pertanahan (Perkimtan) Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memastikan pemerintah sudah menyiapkan lahan bakal pembangunan perumuhan yang menjadi lokasi penempatan sekitar 282 Kepala Keluarga ( KK) pengungsi letusan Gunung Ruang di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).
Kepala Bagian Pertanahan Perkimtan Provinsi Sulut Ignasius Bano Istoto,SH menjelaskan, tidak ada lagi masalah serius dalam proses pembebasan atau pelepasan hak atas tanah yaitu yang bakal dijadikan perumahan tersebut.
“Teman-teman wartawan tolong buat liputannya dan bisa langsung ke lokasi karena kita sudah tuntaskan lahan seluas 10 hektar di Bolsel,” kata Ignasius Bano Istoto,SH kepada wartawan di Manado, Selasa (6/8).
Ia menambahkan, rencananya pada hari Kamis 8 Agustus 2024 akan digelar acara seremonial Penandatanganan Penyerahan Aset Lahan Bakal penempatan warga pengungsi dari pemerintah kabupaten kepada pemerintah daerah.
Untuk memastikan acara ini tidak akan ditunda wartawan pun bisa datang meliput karena akan diadakan di Ruang Rapat Mapalus Kantor Gubernur, tambahnya.
Saat ini, kata Kabid, pemerintah sudah dalam tahapan menuntaskan pekerjaan pembersihan lahan dari sisa tanaman sebelumnya seperti pohon kelapa, ilalang dan rumput.
Memang ada beberapa hal penyebab hampir terhalangnya kegiatan seperti panitia pembebasan terlanjur memotong empat pohon kelapa di lahan milik warga namun segera dilakukan ganti rugi.
“Jadi nanti di lahan 10,6 hektar ini akan dibangun 4 buah sarana ibadah. Sedangkan tahap pertama akan disedikan rumah dengan desain siap pasang bagi 100 KK,” tambah Kabid Bano Istoto.
Lahan yang dibebaskan itu berada di Kecamatan Pinolosian Timur, Lokasi sangat bagus karena dekat laut sesuai kondisi pengungsi yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan.
Lahan yang disediakan pun dipilih dekat dengan jalan trans Sulawesi sehingga menjadi pilihan tepat bagi nelayan karena sudah ada akses jalan ke pasar untuk memasarkan ikan hasil tangkapan. Lagipula sudah sejak lama ada masyarakat asal Sitaro yang tingal daerah tersebut. (Yayuk).







