Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Minsel · 18 Feb 2024 01:43 WITA ·

Diduga Terjadi Penggelubungan Suara Gerindra Minsel Desak KPU Turun Tangan


Diduga Terjadi Penggelubungan Suara Gerindra Minsel Desak KPU Turun Tangan Perbesar

Diduga Terjadi Penggelubungan Suara, Gerindra Minsel Desak KPU Turun Tangan

 

Minsel, Sulutnews.com– Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden serta Calon DPR RI, DPRD Provinsi dan calon DPRD Kabupaten di seluruh Indonesia telah selesai. Namun, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Minahasa Selatan menduga ada Penggelubungan suara di 5 daerah pemilihan. Olehnya, Sekretaris DPC Partai Gerindra Minsel Jody Romyhard Ebenhaeser Lonteng, SE bersama sejumlah Ketua PAC angkat suara meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minsel turun tangan.

”Ya, kami menduga ada permainan sebelum dan sesudah pencoblosan suara di 730 TPS se-Minsel. Pasalnya, diulur waktunya penghitungan suara DPRD kabupaten hingga tengah malam/subuh hari. Akibatnya, banyak saksi menyatakan tak mampu bertahan alias tertidur. Dikalah itu, dugaan terjadi Penggelubungan suara,” kata Sekretaris DPC Jody Romyhard Ebenhaeser Lonteng didampingi Ketua PAC Maesaan Petra Kaloh kepada wartawan, Sabtu (17/2/2024).

Menurutnya, Lonteng menjelaskan bahwa saat ini Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sementara melaksanakan Pleno Rekapitulasi Suara. Maka dari itu, Gerindra Minsel mendesak KPU Minsel turun tangan menyelesaikan dugaan tersebut. Selain itu, terjadi terstruktur serta tersismatis di Pilcaleg 2024 ini.

”Tak hanya itu saja, Gerindra Minsel memiliki banyak bukti dan akan mengarah ke Gakumdu Minsel. Kemungkinan, Gerindra Minsel akan mengembosi hingga PSU. Pasalnya, dugaan diatas terjadi permainan rapi sekali,” tegasnya.

Lonteng menduga adanya Penggelubungan suara di TPS. Seperti TPS 01 Desa Mokobang, Kecamatan Modoinding.

”DPT 247, suara masuk 387. Berarti selisih 140 suara. Ini baru satu TPS, belum lagi TPS lainnya. Dan melihat hal diatas, Gerindra Minsel tak akan diam dengan berbagai cara dilakukan oknum-oknum KPPS di Desa Mokobang dan lainnya,” tegasnya.

Dijelaskan lagi, telah terjadi penindakan pelanggaran terstruktur, sistematis dan masif dalam pemilu di Minsel.

Senada dikatakan Ketua DPD Gerakan Rakyat Sadar Hukum Indonesia (Grasi) Sulawesi Utara, Ramli A Mokoginta, SH menegaskan, apa yang disampaikan sekretaris DPC Partai Gerindra Minsel Jody Romyhard Ebenhaeser Lonteng ada benarnya.

”Olehnya, LBH Grasi Sulut meminta kepada KPU untuk menggelar pemilihan suara ulang atau PSU. Dugaan diatas bukan tanpa dasar, dan memang kami sementara mengumpul data-data tersebut,” jelas Mokoginta.

Kata Mokoginta, bahwa dapil Minsel 1 sangat-sangat krusial terjadi. Sama halnya dapil Minsel 3 yang terlihat dengan jelas permainan.

”Buktinya, perangkat desa, penyuluh pertanian dan ASN, THL ikut andil dalam rangka pemenangan Pilcaleg Minsel. Dengan demikian, tak hanya dugaan diatas. Akan tetapi, desakan tersebut minta harus seimbang dalam penanganan. Banyak cara ‘kotor’ terjadi di Pilcaleg Minsel dan digembosi perangkat desa, ASN dan THL Minsel,” ungkapnya.

Sementara itu, simpatisan Partai Gerindra Minsel, Masye Durandt mendesak KPU Minsel untuk bertindak dengan cepat.

”Intinya, kalau kita sama-sama transparan pasti berjalan tanpa noda. Tetapi, kalau justru terjadi dugaan diatas, maka politik di Minsel hancur. Ingat, banyak cara dilakukan PDIP untuk bertindak kotor. Sedangkan Gerindra selalu tampil simpatik, tetapi mereka bermain sabun. Dengan demikian, baik Durandt maupun kader dan simpatisan Gerindra mendesak KPU untuk berlaku adil dalam Pemilu 14 Februari 2024,” pungkasnya.

Dari pantauan wartawan, DPRD III (Kios Topas, Amurang) sejak sebelum dan sesudah membicarakan akan ada persoalan baru di Pemilu khususnya Pilcaleg 14 Februari 2024. Bahkan, para tokoh politik Minsel melihat dan mengakui setelah Prabowo – Gibran terpilih Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2024-2029 akan ada masalah krusial. Padahal, warga Minsel selalu ingin damai setelah pasca Pemilu/Pilcaleg 2024. (Sel)

Artikel ini telah dibaca 1,571 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kapolres Minahasa Selatan Pimpin Sertijab Kasat Intelkam, Kapolsek Tompasobaru dan Kapolsek Tumpaan  

12 Maret 2026 - 20:33 WITA

Kawal Dividen dan Transformasi Digital, Bupati Franky Wongkar Perkuat Posisi Minsel di RUPS Bank SulutGo

11 Februari 2026 - 15:04 WITA

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Yusuf L Henuk Klaim Kalahkan Prof. Muryanto Amin dalam Perjuangan 3 Tahun Lebih

6 Februari 2026 - 08:08 WITA

Hanya Tuhan Yang Tau Kasus MBG di Ba’a: Anak-anak Tak Dapat Makan sudah Lima Bulan, Anggaran Ada – Perlu Klarifikasi dari Pengelola Dapur Metina

27 Januari 2026 - 08:08 WITA

Trending di Adat Budaya