Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Minahasa · 22 Jan 2024 18:21 WITA ·

Pemkab Minahasa Bergerak Cepat Atasi Masalah Bencana Alam Akibat Curah Hujan dan Angin Kencang


Pemkab Minahasa Bergerak Cepat Atasi Masalah Bencana Alam Akibat Curah Hujan dan Angin Kencang Perbesar

Minahasa,Sulutnews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa dibawa pimpinan Penjabat (Pj) Bupati, Dr Jemmy Stani Kumendong MSi, langsung bergerak cepat mengatasi masalah bencana alam akibat curah hujan disertai angin kencang menyelimuti seluruh wilayah Kabupaten Minahasa, yang mengakibatkan terjadinya beberapa pohon tumbang di beberapa titik.

Terbukti, setelah mendapat laporan, instansi terkait yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa bersama pemerintah setempat langsung mendatangi lokasi kejadian dan membersihkan beberapa pohon tumbang.

“Ya, pohon tumbang ada yang mengenai rumah warga dan menutupi akses jalan di sejumlah titik. Dan saat ini sudah dibersihkan oleh BPBD Minahasa dan dibantu pemerintah setempat juga masyarakat,” kata Pj Bupati Minahasa melalui siaran pers yang disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Maya Kainde SH MAP, Senin (22/1/24) pagi tadi.

Kainde juga mengungkapkan bahwa tidak ada korban dalam bencana alam ini. Namun begitu, kata dia, ada kerugian material bagi beberapa keluarga yang terkena bencana alam pohon tumbang.

“Sebelumnya kami sudah menerima laporan dari masyarakat bahwa ada beberapa pohon tumbang di sejumlah wilayah Minahasa sejak Minggu pukul 06.00-17.00 Wita. Dan beruntung tidak ada korban jiwa dari bencana ini. Hanya saja ada kerugian material yang dialami beberapa keluarga karena rumah mereka mengalami rusak akibat tertimpa pohon,” ungkap Kainde.

Sebelumnya Pj Bupati Jemmy Kumendong melalui Kadis Kominfo Maya Kainde menghimbau kepada masyarakat, agar selalu waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi kedepan.

“Warga yang tinggal di dataran tinggi, lereng gunung, bantaran sungai dan dataran renda agar selalu berhati-hati. Jauhi pepohonan yang berpotensi patah atau roboh,” imbaunya.

Begitu juga, lanjut Kainde, bagi warga yang sedang melakukan aktifitas perjalanan dengan menggunakan kendaraan maupun pejalan kaki agar selalu berhati-hati.

“Kita tidak tahu kapan akan terjadi bencana. Semisal ketika dalam perjalanan dengan membawa kendaraan, tiba-tiba ada pohon tumbang atau pun terjadi tanah longsor yang menghalangi perjalanan kita. Intinya kita selalu waspada terhadap cuaca ekstrem sekarang ini,” imbaunya lagi.

Sebelumnya juga, Kepala Badan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa, Lona Wattie SSTP MAP, meminta agar pemerintah kelurahan maupun desa agar secepatnya mengambil langka jika terjadi bencana.

“Jika terjadi bencana alam, segera laporkan ke pemerintah daerah atau langsung laporkan kepada BPBD, supaya secepatnya bisa ditindaklanjuti,” imbaunya.

Jika terjadi bencana, kata Wattie, pemerintah desa dan kelurahan secepatnya mendata semua kerusakan terjadi termasuk korban, serta kebutuhan darurat, kemudian melaporkannya.

Selain itu, ia juga mengatakan ada beberapa lokasi yang rawan bencana di Kabupaten Minahasa, seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung.

“Untuk wilayah rawan longsor Atep, Temboan, Noongan khususnya gunung potong, Kawangkoan Utara, Tombariri jalan trans, Pineleng desa Kali dan Warembungan, jalan antara Tombulu-Suluan. Sedangkan banjir di wilayah Tombariri, Mandolang, Tondano Kiniar, Kakas barat, Sonder, Tataaran, dan Rinegetan,” katanya.

Sedangkan angin puting beliung  lanjut Wattie, biasanya terjadi di dataran rendah seperti Papakelan, Touliang Oki, Remboken, atau seputaran danau Tondano dan pantai selatan.

“Puting beliung juga bisa terjadi di dataran rendah, tapi tidak menutup kemungkinan terjadi di dataran tinggi,” sebut Wattie sembari menambahkan untuk gelombang pasang biasanya terjadi di Kecamatan Tombariri dan Rumbia Kecamatan Langowan Selatan.

Sesuai data dari BPBD Kabupaten Minahasa, ini wilayah dan titik terjadinya pohon tumbang.

  1. Pohon Bambu Tumbang di Jalan antara Kelurahan Talikuran dan Desa Kayuuwi, Kecamatan Kawangkoan Barat.
  2. Pohon Tumbang yang menimpa Rumah di Perumahan Griya Sea Lestari 1, Jaga 7 Desa Sea, Kecamatan Pineleng.
  3. Pohon Tumbang di Jalan antara Desa Rumengkor dan Desa Kembes, Kecamatan Tombulu.
  4. Pohon Bambu Tumbang di Jalan antara Kelurahan Maesa Unima dan Desa Leleko.

(*/Merson)

Artikel ini telah dibaca 1,509 kali

Baca Lainnya

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Yusuf L Henuk Klaim Kalahkan Prof. Muryanto Amin dalam Perjuangan 3 Tahun Lebih

6 Februari 2026 - 08:08 WITA

Hanya Tuhan Yang Tau Kasus MBG di Ba’a: Anak-anak Tak Dapat Makan sudah Lima Bulan, Anggaran Ada – Perlu Klarifikasi dari Pengelola Dapur Metina

27 Januari 2026 - 08:08 WITA

Diduga Uang MBG Lima Bulan Di gelapkan dengan Alasan Dapur di Perbaiki, 9 Sekolah di Kota Ba’a Tak Terima Makanan MBG

27 Januari 2026 - 07:20 WITA

Bupati Minahasa Robby Dondokambey Hadir HUT ke-166 Desa Kamangta dan Resmikan Jalan 600 Meter Serta Kantor Desa

25 Januari 2026 - 23:21 WITA

Trending di Minahasa