Sitaro,Sulutnews – Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas IIB Ulu Siau mengembangkan Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) yang merupakan salah satu wadah untuk membina Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sekaligus membekali mereka dengan berbagai ketrampilan,tak terkecuali Bidang Pertanian.
Alhasil, hal ini mendapat perhatian khusus dari Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).
Kepala Lapas Ulu Siau, Stady Umboh melalui Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Andik dan Giatja, Wawan Kuswanda, mengatakan, Narapidana Asimilasi yang bekerja di lahan SAE Lapas Siau yang mendapatkan dukungan penuh dari Kalapas dalam proses pembinaan kemandirian narapidana.
“Diharapkan dengan adanya penyuluhan ini, dapat menambah wawasan Warga Binaan dalam mengelolah lahan, dan dalam proses penanaman sampai masa panen, menghasilkan sayuran yang berkualitas baik, selain itu kerja sama yang baik ini akan terus berlanjut dan hal ini tentunya bermanfaat bagi Warga Binaan dakam rangka program pembinaan sebelum kembali ke lingkungan masyarakat karena telah selesai menjalani masa pidana,” tutur Umboh saat mendampingi Peyuluh pertanian dalam memberikan edukasi kepada WBP. Kamis, 21/09.
Dijelaskan Umboh, Kolaborasi dan Kerjasama yang sebelumnya mulai terjalin telah diikat dalam Dokumen Perjanjian Kerja Sama yang telah disepakati dan ditandatangani bersama.
“Bukti nyata sinergitas yang baik ini, Dinas Pertanian Sitaro, telah memberikan bantuan bibit-bibit sayuran yang unggul untuk di tanam dan dikelola Warga Binaan dengan pemantauan petugas pemasyarakatan, dalam hal ini bagian kegiatan kerja, maka Lahan yang dijadikan Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) bagi Warga Binaan, telah berhasil dikelola dan menghasilkan sayuran yang siap dikonsumsi dan dipasarkan. Beber Dia.
Lanjutan bentuk kerja sama ini, Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian Sitaro kembali mengunjungi langsung dan melihat proses pengolahan tanaman di Lahan SAE, serta memberi penguatan dengan penyuluhan terkait bidang pertanian.
“Memiliki tugas dan fungsi pemberian dukungan, pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pengembangan pertanian, kami memiliki keterbebanan bukan hanya pada masyarakat di pedesaan atau perkotaan, tetapi juga bagi Narapidana atau WBP yang walaupun dalam keterbatasan gerak namun butuh perhatian lebih dalam mengembangkan keahlian, khususnya di bidang pertanian. Selain itu, hal ini merupakan program pemerintah dalam upaya menangani krisis ekonomi,” ungkap Penyuluh Pertanian.(*/Demsi)





