Bolmong Utara, Sulutnews.com – Politisi senior Ketua Partai Gerindra Bolmong Utara Hi. Reba Ponto, SE, isterinya Sitti Aisyah Marlina Adjie Binti Ajie atau Ci Moy meninggal dunia di RSUD Aloei Saboe Kota Gorontalo pada hari Kamis, 16 April 2026, Jam 06:15 Wita, dan tutup usia 72 tahun, 1 bulan, 3 hari.
Prosesi pemakaman dilaksanakan di Bolangitang 1 Kecamatan Bolangitang Barat, dihadiri masyarakat dan para pejabat publik. Kamis (16/04/2026).
Almarhumah Ci Moy menderita sakit pada tanggal 1 April 2026, dan dibawa berobat ke RSUD Bolmong Utara selama kurang lebih 9 hari, selanjutnya dirujuk ke RSUD Aloei Saboe Kota Gorontalo selamat 7 hari dan sempat mendapat tindakan medis operasi, namun takdir Allah segala-galanya.
Almarhumah Ci Moy, lahir di Kota Palopo, Ujung Pandang, 14 Maret 1954. Menikah dengan Hi. Reba Pontoh pada tanggal 6 Februari 1988.
Sambutan mewakili keluarga Kompol (Purn) Hi. Teddy Pontoh mengucapkan terima kasih atas kehadiran para pejabat birokras Pemerintah Daerah Bolmong Utara, pejabat sipil Polri dan Militer serta seluruh kerabat keluarga datang melayat.
Teddy Pontoh mengatakan, masyarakat adat Bolmong Utara dan pengurus serta anggota Partai Gerindra turut berdukacita atas kepergian almarhumah Ci Moy.
“Almarhumah Ci Moy adalah pedamping setia suaminya pada saat sebagai wakil rakyat, serta aktif dalam kegiatan kehidupan masyarakat. Semoga amal kebaikan almarhumah diingat sebagai doa mengiringi perjalanan menghadap Ilahi dan ampunkan segala kesalahanya lahir batin. Almarhumah selalu berbuat tanpa pamrih, bahkan selalu hadir memberikan pertolongan,” ujar Teddy Pontoh.
Sambutan mewakili pemerintah daerah Rahmat R. Pontoh, SH., M.Si adalah pejabat senior di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara. Ia menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Bolmut.
Dalam sambutannya menyampaikan informasi ketidakhadiran Bupati Sirajudin Lasena dan Wakil Bupati Moh. Aditya Pontoh lagi menjalankan tugas di Kota Manado dan menyampaikan duka yang mendalam, semoga keluarga Reba Pontoh diberikan kesabaran menerima takdir Allah SWT.
Rahmat Pontoh mengingatkan seluruh hadirin pelayat duka tentang kematian, telah mengingatkan kita akan hakikat kehidupan yang sesungguhnya. Hidup di dunia ini hanyalah perjalanan singkat menuju kehidupan yang lebih kekal.
“Dengan mengingat kematian, hati akan menjadi lebih lembut dan jiwa akan terhindar dari kesombongan dan cinta dunia yang berlebihan. Kita akan lebih fokus pada tujuan hidup yang sesungguhnya, yaitu mencari ridha kasih sayang Allah dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah mati.” Ujar Asisten 1 mengakhiri sambutan. *** GG













