Reporter : Dance Henukh
Rote Ndao.Sulutbews.com – Pertanian merupakan salah satu sektor vital yang menopang perekonomian masyarakat Kabupaten Rote Ndao. Oleh karena itu, ketersediaan dan kelancaran distribusi sarana produksi, khususnya pupuk bersubsidi, menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Saat ini, fokus perhatian tidak lagi hanya pada jumlah stok yang tersedia, melainkan pada bagaimana pupuk tersebut dapat benar-benar sampai ke tangan petani dan digunakan secara optimal.
Hal ini ditegaskan melalui kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Rote Ndao. Rapat yang dipimpin oleh Kabid Kelembagaan dan Sarpras Pertanian, Jodian A. Suki, S.Sos, ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, mulai dari perwakilan Pupuk Indonesia wilayah Rote Ndao, pengecer, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), hingga para penyuluh pertanian.
Berdasarkan data terkini yang dipaparkan, kondisi stok pupuk di daerah dinilai cukup aman dan memadai. Realisasi penyaluran hingga saat ini mencapai 1.320,5 ton untuk pupuk Urea dan 1.176,85 ton untuk pupuk NPK. Sementara itu, di Gudang Tunganamo masih tersedia stok sebesar 527,55 ton Urea dan 256,5 ton NPK, ditambah dengan pasokan yang masih dalam proses pengangkutan.
Meskipun stok terjamin, tantangan utama yang dihadapi saat ini justru terletak pada tingkat serapan atau penebusan oleh petani yang belum maksimal. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah terus mendorong para petani untuk segera memanfaatkan kuota pupuk bersubsidi yang tersedia. Langkah ini sangat penting agar jadwal musim tanam tidak terganggu dan produktivitas hasil pertanian tetap terjaga dengan baik.
Dalam upaya meningkatkan serapan ini, peran penyuluh dan pengecer menjadi kunci yang sangat strategis. Mereka diharapkan dapat berperan aktif dalam menyampaikan informasi mengenai kuota yang tersedia, prosedur penebusan yang benar, hingga memastikan bahwa informasi tersebut sampai ke petani secara tepat waktu dan mudah dipahami. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, distributor, pengecer, dan petani, diharapkan masalah serapan pupuk dapat segera teratasi demi kemajuan sektor pertanian di Rote Ndao.







