Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bisnis · 25 Mar 2026 17:38 WITA ·

Bittime Catatkan Lonjakan Transaksi Emas $XAUT dan $SLVON di Tengah Meredanya Ketegangan Perang Iran


Bittime Catatkan Lonjakan Transaksi Emas $XAUT dan $SLVON di Tengah Meredanya Ketegangan Perang Iran Perbesar

Jakarta, 25 Maret 2026 – Tren positif kembali menghampiri pasar komoditas global yang kini merambah kuat ke sektor aset digital, di mana harga emas dunia terpantau mulai menunjukkan pemulihan signifikan setelah sempat mengalami tekanan. Bertepatan dengan ini, Bittime juga mencatatkan kenaikan harga aset kripto berbasis emas yakni Tether Gold ($XAUT) hingga mencapai 4,23% (25 Maret 2026).

Sebelumnya, berdasarkan data yang dihimpun dari laporan Readers.id harga emas pada perdagangan Selasa (24/3/2026) melonjak sebesar 1,54% ke level $4.473,59 per troy ons. Ini mengakhiri tren penurunan sembilan hari berturut-turut yang sempat menggerus nilai emas hingga 15%.

Kenaikan harga di pasar aset fisik tersebut turut terjadi pada instrumen aset kripto yang dipatok 1:1 pada harga logam mulia. Mengutip data internal dari Bittime, aset kripto berbasis emas yakni Tether Gold ($XAUT) tersebut dalam beberapa hari terakhir tercatat mengalami kenaikan volume perdagangan harian hingga 2-3x pada platformnya.

Sentimen positif ini tidak hanya terbatas pada emas, namun juga merambah ke aset perak digital yaitu Silver Token ($SLVON) yang juga mengalami lonjakan volume perdagangan harian hingga 5x. Hal ini mencerminkan sentimen investor yang kini semakin melirik perak digital sebagai alternatif diversifikasi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh isu energi dan inflasi di Selat Hormuz.

Kedua aset tersebut dapat diakses dan diperdagangkan melalui platform Bittime. Di mana, saat ini Bittime menyediakan fitur flexible staking dengan imbal hasil tahunan (APY) hingga 10% APY bagi pengguna baru.

Bersama ini, sebagai platform perdagangan aset kripto yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), Bittime berkomitmen untuk terus menyediakan ekosistem perdagangan yang aman, transparan, dan mudah diakses bagi para investor di Indonesia.

Namun, investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi, termasuk fluktuasi harga dan risiko likuiditas yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap investor untuk terus melakukan riset mandiri dan berdiskusi dengan komunitas terpercaya sebelum mengambil keputusan investasi.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

PT Krakatau Tirta Industri Tegaskan Komitmen ESG melalui Program Satu Juta Pohon

25 Maret 2026 - 18:24 WITA

7 Cara Agar Brand Anda Muncul di Jawaban AI

25 Maret 2026 - 18:06 WITA

Konflik Timur Tengah Picu Risiko Inflasi, Tekan Harapan Suku Bunga

25 Maret 2026 - 18:00 WITA

Bittime Hadirkan Token Pair HYPE/USDT, Perluas Akses bagi Investor Indonesia

25 Maret 2026 - 17:18 WITA

BRI Finance Optimalkan Peluang Pembiayaan Dana Tunai Pasca Mudik Lebaran 2026

25 Maret 2026 - 17:14 WITA

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Insan Perusahaan melalui Ekspedisi Ramadan PTPN IV Regional VII

25 Maret 2026 - 17:11 WITA

Trending di Bisnis