Bitung, Sulutnews.com — Suasana Ramadhan Fest di pusat Kota Bitung yang dipadati warga dan pedagang takjil menjelang waktu berbuka puasa turut diisi dengan tausiah keagamaan oleh Ustad Abdullah Tuje, Senin (02/03/2026).
Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa pelaksanaan ibadah puasa yang telah memasuki hari ke-11 tidak hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga sejak subuh hingga magrib secara fikih.
Ia menyampaikan, puasa akan menjadi sia-sia apabila hanya dijalani dengan menunggu waktu berbuka tanpa mengambil hikmah spiritual di dalamnya.
Menurutnya, puasa sejatinya menjadi momentum memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan.
Ustaz Abdullah menjelaskan, kata Ramadan berasal dari “ramda” yang berarti pembakaran, yakni proses membersihkan diri sebagaimana logam yang dipanaskan untuk dimurnikan.
Melalui ibadah puasa, umat Muslim diharapkan mampu “membakar” dosa-dosa yang telah dilakukan serta kembali menjadi pribadi yang lebih baik.
Tausiah singkat tersebut berlangsung di tengah aktivitas warga yang membeli takjil serta pedagang yang menjajakan dagangan jelang waktu berbuka puasa.
(Tzr)





