Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bisnis · 26 Feb 2026 10:32 WITA ·

Harga Emas Berpotensi Lanjutkan Penguatan, Dupoin Futures Perkirakan XAU/USD Uji Area $5.250


Harga Emas Berpotensi Lanjutkan Penguatan, Dupoin Futures Perkirakan XAU/USD Uji Area $5.250 Perbesar

Pergerakan harga emas global pada perdagangan hari ini menunjukkan kecenderungan yang masih positif, didukung oleh kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang memperkuat daya tarik logam mulia sebagai aset lindung nilai. Berdasarkan analisis yang disampaikan oleh analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, emas saat ini masih bergerak dalam tren bullish pada timeframe H1, dengan peluang kenaikan lanjutan selama level support utama tetap terjaga.

Pada perdagangan sebelumnya, emas mencatatkan kenaikan signifikan dengan penguatan lebih dari 1%, sebelum akhirnya diperdagangkan di sekitar level $5.204 setelah sempat menyentuh titik terendah di kisaran $5.121. Sementara itu, pada sesi perdagangan Asia hari ini, harga emas terpantau bergerak stabil di sekitar level $5.165. Kondisi ini mencerminkan bahwa sentimen positif terhadap emas masih cukup kuat, meskipun pasar tetap diwarnai oleh dinamika global yang kompleks.

Secara teknikal, Andy Nugraha menjelaskan bahwa struktur pergerakan harga saat ini mengindikasikan dominasi tren naik yang masih solid. Pola candlestick yang terbentuk, dikombinasikan dengan posisi harga yang bergerak di atas indikator Moving Average, memberikan sinyal bahwa tekanan beli masih mendominasi pasar. Hal ini menunjukkan bahwa investor masih memiliki kepercayaan terhadap potensi kenaikan emas dalam jangka pendek.

Menurut Andy Nugraha, selama harga emas mampu bertahan di atas area support penting, peluang untuk melanjutkan penguatan tetap terbuka. Level resistance terdekat saat ini berada di sekitar $5.250, yang menjadi target potensial jika momentum bullish terus berlanjut. Penembusan di atas level tersebut dapat membuka ruang bagi penguatan yang lebih luas dan memperkuat tren naik yang sudah terbentuk dalam beberapa waktu terakhir.

Meski demikian, pelaku pasar juga perlu mempertimbangkan kemungkinan koreksi sebagai bagian dari pergerakan harga yang wajar. Jika emas gagal mempertahankan momentum kenaikan, maka terdapat potensi penurunan menuju area support terdekat di sekitar level $5.149. Area ini diperkirakan akan menjadi titik penting yang dapat berfungsi sebagai zona pertahanan bagi harga emas untuk menahan tekanan jual yang lebih dalam.

Dari sisi fundamental, penguatan harga emas saat ini turut didukung oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya terkait hubungan antara Amerika Serikat dan Iran. Ketidakpastian yang muncul akibat potensi eskalasi konflik telah meningkatkan minat investor terhadap aset safe-haven, termasuk emas. Dalam situasi ketidakpastian global, emas secara historis sering menjadi pilihan utama karena dianggap memiliki nilai yang relatif stabil dibandingkan instrumen investasi lainnya.

Selain faktor geopolitik, ketidakjelasan arah kebijakan perdagangan Amerika Serikat juga memberikan kontribusi terhadap penguatan harga emas. Kebijakan tarif yang terus mengalami perubahan telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar, sehingga meningkatkan permintaan terhadap aset yang dianggap lebih aman. Kondisi ini memberikan dukungan tambahan bagi harga emas untuk tetap berada dalam tren positif.

Pasar juga saat ini tengah menantikan rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, yaitu Indeks Harga Produsen (PPI), yang akan memberikan gambaran mengenai kondisi inflasi di tingkat produsen. Data ini menjadi indikator penting dalam menentukan arah kebijakan moneter Federal Reserve. Jika tekanan inflasi menunjukkan tanda-tanda mereda, maka peluang pelonggaran kebijakan moneter akan semakin besar, yang berpotensi memberikan dorongan tambahan bagi harga emas.

Sebaliknya, apabila data inflasi menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi dari perkiraan, maka hal tersebut dapat memperkuat nilai dolar AS, yang berpotensi memberikan tekanan terhadap harga emas dalam jangka pendek. Oleh karena itu, pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati sambil menunggu kepastian dari data ekonomi tersebut.

Secara keseluruhan, prospek harga emas masih didominasi oleh sentimen positif, baik dari sisi teknikal maupun fundamental. Tren bullish yang masih terjaga menunjukkan bahwa emas memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan, terutama jika didukung oleh kondisi global yang masih dipenuhi ketidakpastian. Dupoin Futures menilai bahwa selama harga tetap berada di atas level support kunci, potensi kenaikan menuju area resistance berikutnya masih terbuka.

Dengan kondisi pasar yang masih dinamis, investor dan pelaku pasar disarankan untuk terus memantau perkembangan faktor global dan pergerakan teknikal sebagai dasar dalam mengambil keputusan. Level support di sekitar $5.149 dan resistance di kisaran $5.250 menjadi area penting yang perlu diperhatikan dalam perdagangan emas hari ini, seiring dengan potensi volatilitas yang masih cukup tinggi di pasar komoditas global.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dukung Keberlanjutan Desa Qur’an, KAI Divre III Palembang Turut Hadir dalam Kegiatan Desa Qur’an Fest 2026

26 Februari 2026 - 13:31 WITA

Hadirkan Layar Interaktif, Perkuat Layanan Informasi dan Pengaduan Digital di LRT Jabodebek

26 Februari 2026 - 13:22 WITA

Regulasi Baru Amerika Serikat Permudah Akses Perbankan Aset Kripto, Bittime Tekankan Pentingnya Literasi Digital bagi Investor Indonesia

26 Februari 2026 - 12:35 WITA

Pengiriman ke Luar Negeri Paling Aman Dimulai dari Penanganan Terbaik: Insurance Maksimal & Packaging Standar Internasional

26 Februari 2026 - 11:55 WITA

WSBP Suplai 12.258 Square Pile untuk Proyek Sekolah Rakyat di Sumatra Selatan

26 Februari 2026 - 11:20 WITA

Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Mutasikan TBM-3 ke TM-1 Seluas 1.119 Hektare pada Awal 2026

26 Februari 2026 - 10:16 WITA

Trending di Bisnis