BOLMONG – Genap satu tahun memimpin Kabupaten Bolaang Mongondow, duet Yusra Alhabsyi dan Dony Lumenta mulai menunjukkan arah pembangunan yang terstruktur dan bertahap. Di tengah tantangan fiskal serta luas wilayah sekitar 2.872 kilometer persegi yang mencakup 15 kecamatan dan 200 desa, pemerintahan Yusradon memfokuskan tahun pertama pada penguatan fondasi dasar.
Perbaikan infrastruktur menjadi sektor yang paling terlihat. Sejumlah ruas jalan desa yang sebelumnya sulit dilalui kini mulai dibenahi. Akses antarwilayah yang semakin lancar tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga mempercepat distribusi hasil pertanian dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Di sektor pertanian, pembangunan jalan kebun sepanjang kurang lebih 35 kilometer melalui program padat karya menjadi salah satu langkah strategis. Selain membuka akses ke lahan produktif, program ini menyerap tenaga kerja lokal dan memperkuat daya beli masyarakat. Dukungan alat dan mesin pertanian dari pemerintah provinsi turut mendorong peningkatan produktivitas petani sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Perhatian terhadap fasilitas umum juga ditunjukkan melalui pengaktifan kembali lampu penerangan di Jalur Dua Lolak yang sempat padam hampir dua tahun. Kini, ruas jalan tersebut kembali terang, meningkatkan rasa aman dan kenyamanan warga. Penambahan penerangan di sejumlah titik persimpangan dan fasilitas olahraga juga memperluas aktivitas masyarakat pada malam hari.
Kemajuan di sektor kesehatan turut menjadi catatan penting. Rumah Sakit Pratama Modomang di wilayah Dumoga yang lama terkendala persoalan administratif kini memasuki tahap akhir penyelesaian dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2026. Selain itu, pembangunan Puskesmas Pembantu di beberapa desa memperluas jangkauan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat pedesaan.
Di bidang pendidikan, rencana pembangunan Kampus Moderasi Beragama pada 2026 menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi di daerah. Program Sekolah Rakyat juga disiapkan untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh akses pendidikan yang layak.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia mulai menunjukkan perkembangan positif. Kerja sama pendidikan dengan PT Conch membuka peluang bagi generasi muda Bolmong melanjutkan studi ke Tiongkok. Jumlah peserta program meningkat dari 12 orang pada 2023 menjadi 21 orang pada 2025, menandakan semakin terbukanya kesempatan global bagi putra-putri daerah.
Selain pembangunan fisik dan peningkatan SDM, pembenahan pelayanan publik menjadi agenda penting pemerintahan Yusradon. Perbaikan sistem administrasi, percepatan proses layanan, serta penekanan pada profesionalitas aparatur menjadi bagian dari upaya membangun birokrasi yang lebih responsif dan akuntabel.
Satu tahun pertama mungkin belum menyelesaikan seluruh persoalan. Namun arah pembangunan mulai terlihat jelas. Infrastruktur bergerak, pelayanan publik ditata, dan fondasi sumber daya manusia diperkuat—menjadi pijakan bagi Bolaang Mongondow untuk melangkah lebih jauh di tahun-tahun berikutnya.***





