Manado,Sulutnews.com – Ribuan umat Katholik di Kota Manada menghadiri Perayaan Ekaristi Rabu Abu, Rabu (18/2. Perayaan Ekaristi Rabu Abu adalah perayaan yang menandai dimulainya Masa Prapaskah, yaitu periodik 40 hari puasa dan refleksi menjelang Perayaan Hari Raya Paskah.
Perayaan Rabu Abu di Gereja Katholik Bunda Hati Kudus Kairagi Weru, Kelurahan Paal Dua, dipimpin oleh Pastor Paroki Andreas Rumayar, Pr. Umat menerima abu, yang dioleskan di dahi dengan bentuk salib.
Saat memberikan abu di dahi umat pada perayaan Rabu Abu itu, imam mengucapkan juga kalimat, “Ingatlah, engkau berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu.” (Kejadian 3:16).
Dalam kotbahnya Pastor Andreas Rumayar,Pr menegaskan agar umat setia membaharui hidup dan percaya pada Injil. Hendaklah menggunakan masa 40 hari untuk berpuasa, berdoa dan bersedekah dengan tujuan pertobatan hati dan semangat kesetiaan pada hidup menyambut Hari Raya Paskah..
Umat yang wajib berpuasa pada Hari Rabu Abu adalah yang sudah berusia 18 tahun ke atas dan berpantang makan daging pada setiap hari Jumat. Puasa Pra Paskah juga biasanya diartikan membatasi makanan hanya sekali makan kenyang dan memberi sedekah.
Liturgi Karya Keselamatan Kristus juga dihadirkan dalam Misa Rabu Abu ini, yaitu dengan pemberian Komuni oleh Pastor Pastor Andreas Rumayar,Pr, selanjutnya pemberkatan pengutusan. (Yayuk)





