Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Adat Budaya · 16 Feb 2026 18:41 WITA ·

Eksplorasi Kawasan Kampung Cina Manado Jelang Imlek 2026


Eksplorasi Kawasan Kampung Cina Manado Jelang Imlek 2026 Perbesar

Manado,Sulutnews.com – Mungkin masih banyak orang tidak tahu bahwa Kota Manado memiliki kawasan pusat perniagaan joint venture, dan area kota lama yang luar biasa indah, kawasan ini adalah Kampung Cina atau Kawasan Pencinaan. Kampung Cina terletak di Kelurahan Calaca, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Profinsi Sulawesi Utara.

Seperti istilah area kota lama Kawasan Kampung Cina dihuni oleh warga Tionghoa atau orang Manado-Cina, dan dari tahun ke tahun telah berhasil mengalami perubahan sisitim perniagaannya, pemekaran wilayah hingga situs sejarah peninggalan Hindia Belanda yang terus dijaga. Namun kondisi ini tetap menjadikannya Kampung Cina indah dan menarik untuk dikunjungi setiap hari.

Pemerintah Kota Manado terus memberikan bantuan berupa revitalisasi kawasan, bahkan sejak 40 tahun lalu, yaitu dengan menghidupkan fungsi area pencinaan, meningkatkan vitalitas pencinaan, dan memberi gairah perniagaan yang lebih baik.

Saat ini pemerintah kota Manado sudah menjadikan Kampung Cina sebagai trade mark wisata city dan mencatatnya sebagai distinasi wisata religius di Kementrian Pariwisata RI.
Pemerintah menegaskan Kawasan Kampung Cina terdapat Tempat Ibadah Umat Tri Dharma, Konghucu, Tao dan Buddha. Klenteng itu bernama Ban Hin Kiong.

Klenteng Ban Hin Kiong menjadi daya tarik wisata religi dan sejarah di Kota Manado. Mengenai ini, sejak lama kehadiran Klenteng Ban Hin Kiong telah menjadi simbol kerukunan, keharmonisan dan keberagaman di Kota Manado.

Setiap perayaan Imlek, Cap Go Meh, Toa Peh Kong, klenteng Ban Hin Kiong dipadati pengunjung hingga ribuan jumlahnya. Bangunan Klenteng Ban Hin Kiong ini konon sudah berusia 207 tahun (1819-2026) dan hampir setiap hari puluhan turis mancanegara Tionghoa dan Korea Selatan datang untuk berwisata.

Setiap tahun pula terutama menjelang perayaan IImlek, Kawasan Kampung Cina tampak lebih cantik dan nyaman. Warga Tionghoa yang telah lama tinggal di kawasan ini, banyak dari mereka selalu berdoa dan berlomba menghiasinya halaman rumah, toko kelontong, bahkan toko obat mereka dengan lampion Imlek. Termasuk pada Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau 17 Februari tahun 2026.

Pemandangan yang indah ini akan menemukan puncaknya pada malam Imlek 16 Februari 2026, di mana umat Tri Darma akan menghabiskan waktunya berdoa semalaman di Klenteng Ban Hin Kiong, sebagai puncak Tahun Baru Imlek di seluruh dunia. Peringatan Imlek akan diwarnai pula dengan open house warga pencinaan pada keesekan harinya 17 Februari 2026.

Rangkaian Agenda Kegiatan Warnai Imlek 2026 Di Manado

Berbagai rangkaian kegiatan ekonomi kreatif dan budaya hingga seni mewarnai perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Manado, Sulawesi Utara.

Agenda tersebut digelar oleh Pemkot Manado untuk menghadirkan harmoni kebersamaan dan asimilasi budaya masyarakat di seluruh tanah Indonesia.

Dikutip dari laman media Pemkot Manado ada beberapa Agenda penting telah dibuka oleh Wali Kota Manado Andrei Angouw dimulai pada tanggal 12 Februari 2026 hingga awal Maret nanti. Berikut kegiatan tersebut :

1.Agenda Pembukaan Pasar Kuliner & UMKM. Kota Manado menjadi salah satu lokasi dan ruang bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM lokal untuk menjajakan kuliner tradisional dan karya seni.

2.Agenda Architectural Product Workshop di Manado. Kegiatan ini bertujuan mengeksplorasi solusi bangunan berkelanjutan, yang melibatkan profesional di bidang konstruksi terutama yang bernuansa pencinaan.

3.Agenda Sembahyang Tradisional.
Kegiatan ini merupakan langkah kebersamaan dimana Umat Tri Dharma (Konghucu, Teo, Buddha) melakukan ritual sembahyang semalaman di tempat ibadah untuk memohon kesejahteraan negeri.

4.Agenda Kegiatan Sosial (Gerakan Berbagi Cahaya). Kegiatan ini diprakarsai bersama Persatuan Warga Tionghoa Sulawesi Utara menjadi moment pemersatu nilai kemanusiaan melalui Gerakan Berbagi Cahaya.

5.Agenda Pemberian bantuan di Sektor Akomodasi. Program bertujuan meningkatkan daya huni hotel dan pengguanaan transportasi selama Imlek hingga berakhirnya libur panjang Imlek.
[16:57, 16/02/2026] Yayuk Wullur Baru: 6.Agenda Pasiar Tapikong, diilanjutkan Atraksi Cap Go Meh dijadwalkan pada awal Maret 2026. Agenda Seni dan Budaya ini berfokus pada akulturasi budaya pencinaan. (Yayuk)

Artikel ini telah dibaca 2,045 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gelar Lomba Rakyat, Partai Demokrat Nyatakan lebih Dekat Dengan Rakyat.

23 Agustus 2026 - 22:12 WITA

Kembangkan Literasi Bagi Anak Pesisir, Alumni Frasus 86 Manado Gelar Lomba Mewarnai dan Games di Mangruve Park Wori

23 Agustus 2026 - 12:11 WITA

Gelar Baksos di Desa Tiwoho dan Wori, Komunitas Frasus 86 Manado Layani Masyarakat Pesisir

22 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Kasus Penggeledahan Rumah Pengusaha JA, GTI Sulut Minta Kejaksaan Tinggi Sulut Transparan

21 Agustus 2026 - 07:21 WITA

DPRD Sulut Apresiasi Rencana Pusat: Guru P3K Paruh Waktu Jadi P3K Penuh dan Berpeluang Ikut Seleksi ASN 2027

20 Agustus 2026 - 23:51 WITA

Unsrat Mewisuda 1.017 Sarjana S1, S2 Hingga S3, Gubernur Sulut Berikan Apresiasi Unsrat Komitmen Jaga Mutu Pendidikan

20 Agustus 2026 - 23:47 WITA

Trending di Manado