Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bolmut · 14 Feb 2026 17:47 WITA ·

Prosesi Adat Mopohabaru / Mopotau Menjelang Awal Puasa Ramdhan 1447 H Bolmong Utara


Prosesi Adat Mopohabaru / Mopotau Menjelang Awal Puasa Ramdhan 1447 H Bolmong Utara Perbesar

Bolmong Utara, Sulutnews.com – Tradisi adat setiap menjelang hari besar Agama Islam di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dilaksanakan prosesi adat ‘mopohabaru/mopotau’ atau para pemangku adat mengabarkan kepada kepala daerah akan kedatangan hari besar keagamaan tersebut. 

Menjelang bulan suci Ramadhan 1447H /2026 Masehi yang semakin dekat, Aliansi Adat Kabupaten Bolmong Utara menggelar acara prosesi adat ‘mopotau/mopohabaru’, dilaksanakan di kediaman Bupati Bolmong Utara Desa Boroko Kec. Kaidipang. Sabtu (14/02/26).

 


Dikabarkan  atau ‘mopohabaru / mopotau’ dalam bahasa adat Kaidipang bahwa menurut perhitungan bulan dilangit, Ramadhan tahun ini jatuh pada tanggal 17 Februari 2026.

Bupati Bolmong Utara atau dalam bahasa adat diberi gelar  ‘Ki Doni Pangulu’ dalam arahannya menyampaikan terima kasih kepada Aliansi Lembaga Adat Kabupaten Bolmut yang telah menyampaikan kabar terkait dengan datangnya awal Bulan Suci Ramadhan 1447 H.

Bupati Sirajudin Lasena mengimbau, terkait dengan penetapan 1 Ramadhan 1447 H, walaupun telah dilakukan pemberitahuan secara adat, juga diharapkan tetap menunggu pengumuman resmi Kementerian Agama RI.

“Karena itu, kita mengharapkan kepada seluruh masyarakat adat Bolmong Utara agar dapat berkumpul di masjid wilayah masing-masing untuk mendengarkan hasil putusan sidang Isbat melalui media elektronik televisi.


Di Indonesia, praktik sidang isbat pertama kali dilaksanakan pada 1962 untuk menetapkan awal Ramadhan dan Idul Fitri, sebagaimana dicatat dalam arsip Kementerian Agama.

Menurut Ketua Aliansi Lembaga Adat Bolmong Utara Sahlan Tegela, dalam praktik sidang isbat, pemerintah Indonesia menggunakan dua metode utama, yaitu hisab dan rukyat.

“Hisab merupakan metode perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan secara matematis, sementara rukyat adalah metode observasi langsung terhadap hilal.”

“Kementerian Agama memadukan kedua pendekatan ini sebagai bahan pertimbangan sebelum menetapkan awal Ramadhan melalui sidang isbat,” ungkap Tegela.

Pendekatan ganda ini mencerminkan upaya negara untuk menjembatani perbedaan pandangan di kalangan ormas Islam, khususnya antara Nahdlatul Ulama yang menekankan rukyat dan Muhammadiyah yang mengutamakan hisab. *** GG

Artikel ini telah dibaca 63 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Lokasi Pembangunan Tambak Udang Vaname Di Biontong Ditinjau Lansung Direktur KKP Bappenas

13 Februari 2026 - 21:53 WITA

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji 68 Pejabat Manajerial Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolmong Utara

13 Februari 2026 - 16:15 WITA

Konsolidasi PW AMAN Sulut Guna Menelusuri Kearifan Lokal Komunitas Masyarakat Adat AMAN Kaidipang

7 Februari 2026 - 22:51 WITA

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Yusuf L Henuk Klaim Kalahkan Prof. Muryanto Amin dalam Perjuangan 3 Tahun Lebih

6 Februari 2026 - 08:08 WITA

Trending di Adat Budaya