Manado, Sulutnews.con – Sekda Provinsi Sulut Tahlis Gallang SIP MM Rabu (21/1) membuka Rapat Koordinasi ( Rakor) Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB dan Jajaran Dikda Sulut di Aula Dikda Sulut.
Rakor sehari tersebut dihadiri Koordinator Staf Khusus Gubernur Drs Ferdinand Mewengkang M.Si, Staf Khusus Bidang Pendidikan Prof Dr Ir Grevo Gerung M.Sc, Staf Khusus Bidang Sumber Daya Alam Prof Dr Benny Pinontoan M.Si ( Ahli Matematika), Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan ( BPMP) Sulut Febry Dien ST. M.JnF. TecH ( MAN), Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan ( BGTK) Aryanto SP.M.Pd, dari Ombusmen Sulut dan BPJS Sulut.
Dari Jajaran Dikda Kadis Dr Femmy Suluh M.SI, Dan Semua Kepala Bidang, Korwas dan Kacabdin serta sekitar 463 Kepala Sekolah SMA/ SMK dan SLB Negeri dan Swasta.
Dalam sambutannya Sekprov Thalis Gallang minta agar semua sekolah penerima dana Bantuan Oprasional Sekolah ( BOS) harus kelolah dan manfaatkan dengan baik dan ada ketelitian serta transparan.” Ini penting karena dari laporan yang diterima masih ada temuan Badan Pemeriksa Keuanga ( BPK) belum baik pengelolaan dana BOS,” katanya.
Dalam bagian lain Sekprov menegaskan bahwa setiap temuan pengelolaan dana BOS yang bersifat finansial berdasarkan laporan BPK wajib dikembalikan oleh pihak yang menerima.

Fito – Sekprov Thalis Gallang, Tiga Staf Khusus Gubernur Ferdinand Mewengkang, Prof Grevo Gerung, Prof Benny Pinontoan, Kepala BPMP Febry Dien, Kepala BGTK Aryanto Batara, Perwakilan Ombusmen dan BPJS Sulut
Dijelaskan bahwa temuan BPK terkait dana BOS terbagi menjadi dua kategori utama. Pertama adalah temuan nonfinansial yang bersifat administratif, dan kedua adalah temuan finansial yang menyangkut penggunaan uang secara tidak tepat.
Kalau yang non finansial itu berupa kesalahan administrasi, masih bisa dimaklumi. Karena guru-guru tidak dididik sebagai akuntan.
Berbeda dengan temuan nonfinansial, untuk kasus yang menyangkut aspek finansial, Tahlis juga menegaskan tidak akan ada ruang untuk toleransi sama sekali.
Dengan adanya pemaparan ini, Sekolah penerima dapat lebih meningkatkan kesadaran dan ketelitian dalam mengelola dana BOS ke depannya.
“Sehingga tidak menimbulkan temuan berulang dari BPK serta dapat meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan pendidikan di Sulawesi Utara.
Menjawab pertanyaan wartawan usai membuka Rakor , Thalis mengatakan terkait pergantian Kepsek yang ada temuan BPK apa bisa dilakukan segera?
Thali mengatakan itu kita aka lihat nanti aturan. Proses pergantian Kepsek kita akan lihat nanti. Terkait Dana Peran Serta Masyarakat ( DPM) yang masih berjalan disejumlah sekolah, Sekprov mengatakan itu masih berjalan dan itu bersifat sukarelah. Nanti konfirmasi ke Dikda karena itu akan dibahas dalam Rakor juga.

Foto – Koordinator Staf Khusus Gubernur Ferdinand Mewengkang Saat Memberikan Arahan
Rawat Aset Dengan Baik
Sementara itu Kadis Dikda Dr Femmy Suluh juga saat memberikan arahan minta semua sekolah penerima dana BOS harus kelolah dengan baik sesuai aturan yang ada Begitu juga dana DPSM itu harus transparan dan sukarelah jangan dipaksakan kalau tidak ada.
” Kita minta semua sekolah terutama Kepsek harus perhatikan masalah pengelolaan dana BOS dan semua dana DPSM. Harus transparan” kata Suluh. Rakor ini.penting dalam kita mengevaluasi kerja tahun 2025 dan juga bahas program tahun 2026.
Terkait hasil Tes Kompetensi Akademik ( TKA) yang dilakukan awal November 2025 dan hasilnya dari Kemendikdasmen kita rendah baik Matematika dan Bahasa Indonesia itu menjadi evaluasi kita bersama kedepan. Bagi sekolah yang meraih nilai baik kami berikan apresiasi dan meminta tingkatkan terus proses belajarnya.
Kadis juga minta agar semua aset yang diberikan.pemerinta baik peralatan Interaktif Flat Panel ( IFP) Smardboard harus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. Kemudian proyek revit harus dimanfaatkan juga dengan baik serta rawat toilet yang dibangun. Terkait 12 ASN dilingkungan Dikda dan sekolah yang sudah diberhentikan masih terimah gaji itu akan segera diselesaikan dengan instansi terkait karena ini langar aturan.dan bisa ada tuntutan ganti rugi. Kita minta agar masalah ini jangan terjadi kedepan.
70 PLT Kepsek
Kadis juga mengatakan masih ada sekitar 70 an Plt Kepsek ini menjadi perhatian kedepan. Soal apa akan segera didefinitifkan itu lagi berproses kita tungu saja . Dan meminta Plt Kepsek tetap bekerja lebih baik lagi.
Dalam bagian lain juga Kadis minta untuk siswa Eligible untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri ( PTN) lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi ( SNBP) 2026 harus segera isi data dan mendaftar online karena waktu atau batas awal Februari 2026.” Jadi harus cepat daftar jangan seperti tahun lalu 2025 ada beberapa sekolah lambat hampir tidak diterima siswa Eligible” tegas Suluh.
Kita Berkolaborasi
Sebelumnya dalam arahannya Kepala BPMP Sulut Febry Dien sebagai UPT Kemendikdasmen minta semua harus berkolaborasi membangun sektor pendidikan agar lebih baik kedepan.
Bahkan semua bantuan baik dana BOS serta Revitalisasi dan IFP Smartboard harus kita kelolah dengan baik dan rawat. Dana BOS itu penting harus transparan.Febry juga merasa prihatin TKA rendah itu menjadi evaluasi kita bersama agar lebih baik kedepan.
Bahkan Ferdinad Mewengkang Koordinator Staf Khusus Gubernur minta leadershib dari kepala sekolah itu harus baik. Kompetensi dan harus ada dan juga manajerial harus mengerti dan bekerja baik.Kita harus bekerja untuk membangun sektor pendidikan agar lebih baik.
Berbenah Dukung Visi Gubernur
Sementara Prof Grevo Gerung dan Prof Benny Pinontoan didepan Peserta Rakor berharap kita terus berbenah untuk membantun pendidikan lebih berkualitas kedepa terutama untuk mendukung Sulut Maju, Sejahtra dan Berkelanjutan.

Foto – Kadis Dikda Sulut Dr Femmy Suluh M.Si saat Memberikan Sambutan
Prof Grevo Gerung berharap kita harus berkolaborasi membangun kualitas anak didik dari Pendidikan Usia Dini ( PAUD) SD SMP hinga SMK dan SMA serta Sederajat. Ini penting dari kami dari Staf Khusus Bidang Pendidikan sudah merancang itu kedepan .Karena membangun kualitas pendidikan itu memang sejak PAUD.” Saya optimis akan lebih baik kalau kita ada perbaikan” kata Prof Grevo yang juga Guru Besar di Unsrat Manado.
Bahkan Prof Benny Pinontoan yang juga Guru Besar Matatika di Fakultas MIPA Unsrat minta agar kualitas mata pelajaran Matematika dan Bahasa Ingris lebih baik dan tidak rendah seperti hasil TKA 2025 maka harus ada perbaikan mengajar dan kompetensi guru harus ditingkatkan.
Selain itu harus membiasakan siswa ada praktek seperti berbelanja ditoko agar bisa menghitung cepat. Dan praktek bahasa Ingris disetiap sekolah harus dibiasakan.
Dalam Rakor dilakukan juga dialog terkait sektor pendidikan dan masalah honor guru Turut memberikan materi dari perwakilan Ombusmen Sulut terkait pelayanan dan transparansi serta dari Perwakilan BPJS Sulut terkait manfaat ikut BPJS termasuk siswa siswa magang. (Fanny)





