Sulutnews.com Bengkulu Selatan – dinilai adanya perlakuan yang lebih istimewa dari dinas kesehatan kabupaten Bengkulu Selatan terhadap puskesmas kayu kunyit, hal itu terlihat dari anggaran yang di terima puskesmas kayu kunyit jauh lebih tinggi dari seluruh puskesmas yang ada di kabupaten Bengkulu Selatan.
Disisi lain puskesmas kayu kunyit di ketahui salah satu puskesmas yang non perawatan, yang mana kabupaten Bengkulu Selatan memiliki lima puskesmas perawatan namun anggaran kelima puskesmas ini jauh lebih kecil di bandingkan dengan anggaran puskesmas kayu kunyit non perawatan.
Kejadian itu timbulkan banyak kecurigaan apakah memang perbedaan tersebut terjadi akibat kepala puskesmas kayu kunyit di ketahui istri dari pada kepala dinas kesehatan, di samping itu juga dari seluruh puskesmas yang ada pengadaan baju batik tradisional dengan pagu anggaran Rp.54.750.000, yang di anggarkan hanya di temukan di puskesmas kayu kunyit dari seluruh puskesmas yang ada di kabupaten Bengkulu Selatan.
Untuk di ketahui puskesmas kayu kunyit terima anggaran sebesar Rp. 647.118.512 angka ini jauh lebih besar dari seluruh puskesmas yang ada di kabupaten Bengkulu Selatan, sementara puskesmas kayu kunyit ini salah satu puskesmas yang kapasitasnya non perawatan.
Salah satu penggiat di kabupaten Bengkulu Selatan Arif menilai apa yang terjadi dengan anggaran puskesmas kayu kunyit diduga terjadi ketidak beresan dan bernuansa nepotisme, oleh sebab itu anggaran puskesmas kayu kunyit menjadi sorotan yang serius di harapkan anggaran puskesmas kayu kunyit ini dapat di lakukan audit oleh pihak terkait, diduga kuat terjadi kerugian keuangan negara atas realisasinya.
Disisilain puskesmas kayu kunyit ini menjadi sorotan atas penganggaran baju batik tradisional secara menyendiri, yang mana hal serupa tidak di temukan di puskesmas lain yang ada di kabupaten Bengkulu Selatan.
Arif juga menambahkan terkait anggaran makan minum yang di anggarkan di puskesmas kayu kunyit kuat dugaan juga salah satu item yang realisasinya dinilai rugikan keuangan negara, besar harapan kita demi menjaga Marwah dinas kesehatan kabupaten Bengkulu Selatan serta dugaan kerugian negara yang di timbulkan di puskesmas kayu kunyit hal ini kiranya dapat di tindak lanjuti oleh pihak pihak terkait dan apabila nantinya tampak pembiaran tidak terlihat adanya proses disana kemungkinan besar kita akan melaporkan anggaran puskesmas kayu kunyit secara resmi, tutupnya.
Kepala dinas kesehatan kabupaten Bengkulu Selatan Didi ruslan saat di konfirmasi melalui telepon genggamnya belum memberikan tanggapan.
Demikian juga dengan kapus kayu kunyit juga belum memberikan tanggapan atas apa yang terjadi pada anggaran yang di terima puskesmas kayu kunyit berikut realisasinya.
Sementara Sekretaris dinas kesehatan kabupaten Bengkulu Selatan Efriansyah saat di konfirmasi menjelaskan bahwa masalah besaran anggaran itu tergantung kehebatan pegawai puskesmasnya dalam mengusulkan, selain itu terkait makan minum setiap puskesmas dirinya menyatakan yang penting SPJ nya ada. (JN)





