Sulutnews.com Bengkulu Selatan – terkait dugaan keterlibatan kepala desa ganjuh atas pengadaan sapi di desanya, yang mana anggaran dana desa tahun 2025 di kucurkan ke BUMDES untuk pengadaan sapi yang semestinya di kelola oleh BUMDES namun kuat dugaan kepala desa ganjuh tetap terlibat dalam pengadaan.
Kepala desa ganjuh Yayan diduga terlibat diketahui kepala desa ganjuh melakukan langsung pemesanan dengan pihak rekanan, selain itu kepala desa ganjuh juga sempat mendatangi awak media yang mengetahui kejadian tersebut, yang kemudian kepala desa ganjuh berkirim uang sejumlah satu juta rupiah terhadap awak media diduga ingin menutupi kedok dan ke terlibatannya dalam pengadaan sapi tersebut.
Sesuai penelusuran media ini kepala desa ganjuh sejak awal memang di ketahui melakukan pemesanan pengadaan sapi dengan pihak rekanan yang di tunjuknya, hal itu dibuktikan juga dengan pengakuan ketua BUMDES desa ganjuh Adi Hartono yang tidak mengetahui persis anggaran pengadaan sapi yang di terimanya, serta pengakuan pembuatan kandang sapi yang di lakukannya tanpa RAB.
Tidak hanya itu saja kasi perencanaan yang juga tidak mengetahui anggaran tersebut, serta bendahara desa atau kaur keuangan desa ganjuh yang memilih bungkam juga sebagai pertanda keterlibatan orang nomor satu di desa ganjuh yakni kepala desa ganjuh Yayan pada pengadaan sapi yang di biayai anggaran dana desa dan di kelola oleh BUMDES ganjuh tahun anggaran 2025.
Untuk di ketahui sapi yang di adakan oleh BUMDES ganjuh di ketahui asal usulnya bukan dari peternakan resmi yang memang bergerak dalam peternakan sapi yang resmi, hal itu dibuktikan sesuai penelusuran media ini bahwa sapi yang di terima BUMDES ganjuh di dapatkan dari hasil pengumpulan dari sapi peliharaan masyarakat.
Terpisah kades ganjuh Yayan saat di konfirmasi menyatakan bahwa pengadaan sapi di BUMDES desanya bahwa dirinya tidak ada keterlibatan. Sementara itu jelas rekanan yang di tunjuk kepala desa ganjuh dari awal itulah yang mengadakan sapi di BUMDES desa ganjuh tersebut.
Salah satu penggiat di kabupaten Bengkulu Selatan Arif menilai bahwa pernyataan kepala desa ganjuh Yayan hanyalah alibi semata, yang mana sesuai realisasi nyata bahwa rekanan yang di tunjuk oleh kepala desa dari awal itulah yang tetap mengadakan sapi tersebut, tidak hanya itu saja sesuai pengakuan ketua BUMDES ganjuh bahwa dirinya menyatakan dirinya baru melakukan survei kandang sapi di dekat desanya namun ketua kelompok menyatakan bahwa video yang ternak sapi dari Utara juga sudah ada yang mereka terima padahal vidio tersebut diduga kiriman rekanan yang di tunjuk kepala desa di lokasi peternakan masyarakat kembang manis kecamatan Pino raya.
Atas adanya berita ini diterbitkan kiranya pengadaan sapi desa ini dapat di audit oleh pihak terkait karena di duga kuat pengadaan sapi di desa ini timbulkan kerugian keuangan desa yang fantastis. (JN)





