Tahuna, Sulutnews.com – Instruksi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk mempercepat elektrifikasi desa di seluruh Indonesia mendapat sambutan positif dari berbagai daerah, termasuk warga Pulau Kahakitang, Kecamatan Tatoareng, Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Perintah tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat retret Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). Dalam pertemuan itu, Prabowo meminta agar program elektrifikasi desa dipercepat dan dituntaskan dalam waktu sesingkat-singkatnya.
Dikutip dari CNBC Indonesia, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan masih terdapat sekitar 5.700 desa di Indonesia yang hingga kini belum teraliri listrik. Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo secara tegas memerintahkan agar seluruh desa tersebut dapat teraliri listrik pada tahun 2026.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden meminta agar pekerjaan tersebut diprioritaskan dan tidak ditunda-tunda.
Kebijakan ini disambut baik oleh warga Pulau Kahakitang, Kecamatan Tatoareng. Pasalnya, sejak era Presiden Joko Widodo melalui program Indonesia Terang pada tahun 2019, infrastruktur kelistrikan di Pulau Kahakitang yang merupakan ibu kota kecamatan telah dibangun. Namun hingga kini, fasilitas tersebut belum juga difungsikan.
Tiang dan kabel listrik yang berdiri di sepanjang jalan di Pulau Kahakitang, khususnya di tiga kampung yakni Teloko Batusaiki, Kahakitang, dan Dalako Bembanehe, justru menjadi simbol belum hadirnya listrik bagi masyarakat setempat.
Albert Kaunsui, warga Kampung Teloko Batusaiki, mengungkapkan kekecewaannya atas kondisi tersebut. Menurutnya, Pulau Kahakitang yang menjadi pusat administrasi Kecamatan Tatoareng justru terkesan terabaikan.
“Sudah bertahun-tahun tiang dan kabel listrik berdiri, tapi tidak pernah dialiri listrik. Ironisnya, pulau-pulau lain di Kecamatan Tatoareng malah sudah lebih dulu menikmati listrik. Kami berharap perintah Presiden ini benar-benar direalisasikan hingga ke Kahakitang,” ujar Albert.
Hal senada disampaikan Bonny Piter, warga Kahakitang lainnya. Ia menilai keberadaan listrik sangat mendesak untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Tanpa listrik, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan pemerintahan sangat terbatas. Kami menyambut baik perintah Presiden Prabowo dan berharap 2026 benar-benar menjadi tahun terang bagi Kahakitang,” kata Bonny.
Warga berharap pemerintah pusat dan daerah dapat bersinergi agar program elektrifikasi desa tidak hanya berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi benar-benar menghadirkan listrik yang dapat dinikmati masyarakat secara berkelanjutan. (Andy Gansalangi)





