Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Sitaro · 5 Des 2025 21:19 WITA ·

Stunting di Sitaro Tersisa 14 Kasus, Upaya Pemda Berbuah Hasil Signifikan


Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit saat menyerahkan bantuan ke pada perwakilan anak yang hadir dalam Rakoor Tim Percepatan Penurunan Stunting Perbesar

Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit saat menyerahkan bantuan ke pada perwakilan anak yang hadir dalam Rakoor Tim Percepatan Penurunan Stunting

Sitaro.sulutnews.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) kembali mencatat progres signifikan dalam upaya percepatan penurunan stunting. Data terbaru Dinas Kesehatan Sitaro tahun 2025 menunjukkan hanya tersisa 14 kasus stunting aktif yang tersebar di enam puskesmas.

Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan bukti nyata efektivitas kerja bersama lintas sektor. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah, puskesmas, pemerintah kampung, dan para kader kesehatan terus bergerak melakukan pemantauan, pendampingan, serta intervensi bagi keluarga berisiko.

Adapun sebaran 14 kasus stunting tersebut adalah:

  • Puskesmas Minanga: 3 kasus
  • Puskesmas Talawid: 3 kasus
  • Puskesmas Sawang: 3 kasus
  • Puskesmas Makalehi: 2 kasus
  • Puskesmas Salili: 1 kasus
  • Puskesmas Lia: 2 kasus

Penurunan ini menjadi salah satu capaian terbaik Sitaro dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, pemerintah daerah melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) menjalankan berbagai program seperti edukasi gizi keluarga, pemeriksaan kesehatan rutin, intervensi gizi spesifik, serta penguatan program unggulan seperti Sekolah Lansia dan Aplikasi SiHero yang fokus pada pencegahan sejak dini melalui pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri.

Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sitaro, Evita Janis, menyatakan bahwa tren terbaru ini merupakan indikasi positif bahwa intervensi yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat berjalan efektif.

“Capaian ini bukan akhir, tetapi momentum untuk memastikan Sitaro benar-benar menuju zero stunting. Dengan kerja bersama, kami optimis kasus yang tersisa dapat diselesaikan dalam waktu dekat,” ujarnya. Jumat, 05/12/2025.

Selain intervensi kesehatan, Pemkab Sitaro juga memperkuat edukasi terkait pola asuh, sanitasi, serta pencegahan infeksi sebagai faktor penyebab stunting. Keterlibatan kader PKK, tenaga gizi puskesmas, serta pemerintah kampung turut mendorong percepatan penurunan angka tersebut.

Dengan hanya menyisakan 14 kasus pada 2025, Pemkab Sitaro berharap seluruh elemen masyarakat terus mendukung upaya menciptakan generasi Sitaro yang lebih sehat, kuat, dan bebas stunting.

 

Artikel ini telah dibaca 936 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Yusuf L Henuk Klaim Kalahkan Prof. Muryanto Amin dalam Perjuangan 3 Tahun Lebih

6 Februari 2026 - 08:08 WITA

SPPG Siau Timur Kembali Disorot, MBG Hanya Berupa Buah dan Makanan Ringan

30 Januari 2026 - 12:39 WITA

Lagi, Vionita Kuera Salurkan Bantuan Tunai untuk Keluarga yang Berduka di Sitaro

28 Januari 2026 - 17:02 WITA

Vionita Kuera Wakili DPRD Sulut Serahkan Bantuan kepada Keluarga Berduka di Siau Timur

27 Januari 2026 - 20:45 WITA

Trending di Sitaro