Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Sitaro · 5 Des 2025 21:19 WITA ·

Stunting di Sitaro Tersisa 14 Kasus, Upaya Pemda Berbuah Hasil Signifikan


Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit saat menyerahkan bantuan ke pada perwakilan anak yang hadir dalam Rakoor Tim Percepatan Penurunan Stunting Perbesar

Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit saat menyerahkan bantuan ke pada perwakilan anak yang hadir dalam Rakoor Tim Percepatan Penurunan Stunting

Sitaro.sulutnews.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) kembali mencatat progres signifikan dalam upaya percepatan penurunan stunting. Data terbaru Dinas Kesehatan Sitaro tahun 2025 menunjukkan hanya tersisa 14 kasus stunting aktif yang tersebar di enam puskesmas.

Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan bukti nyata efektivitas kerja bersama lintas sektor. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah, puskesmas, pemerintah kampung, dan para kader kesehatan terus bergerak melakukan pemantauan, pendampingan, serta intervensi bagi keluarga berisiko.

Adapun sebaran 14 kasus stunting tersebut adalah:

  • Puskesmas Minanga: 3 kasus
  • Puskesmas Talawid: 3 kasus
  • Puskesmas Sawang: 3 kasus
  • Puskesmas Makalehi: 2 kasus
  • Puskesmas Salili: 1 kasus
  • Puskesmas Lia: 2 kasus

Penurunan ini menjadi salah satu capaian terbaik Sitaro dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, pemerintah daerah melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) menjalankan berbagai program seperti edukasi gizi keluarga, pemeriksaan kesehatan rutin, intervensi gizi spesifik, serta penguatan program unggulan seperti Sekolah Lansia dan Aplikasi SiHero yang fokus pada pencegahan sejak dini melalui pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri.

Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sitaro, Evita Janis, menyatakan bahwa tren terbaru ini merupakan indikasi positif bahwa intervensi yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat berjalan efektif.

“Capaian ini bukan akhir, tetapi momentum untuk memastikan Sitaro benar-benar menuju zero stunting. Dengan kerja bersama, kami optimis kasus yang tersisa dapat diselesaikan dalam waktu dekat,” ujarnya. Jumat, 05/12/2025.

Selain intervensi kesehatan, Pemkab Sitaro juga memperkuat edukasi terkait pola asuh, sanitasi, serta pencegahan infeksi sebagai faktor penyebab stunting. Keterlibatan kader PKK, tenaga gizi puskesmas, serta pemerintah kampung turut mendorong percepatan penurunan angka tersebut.

Dengan hanya menyisakan 14 kasus pada 2025, Pemkab Sitaro berharap seluruh elemen masyarakat terus mendukung upaya menciptakan generasi Sitaro yang lebih sehat, kuat, dan bebas stunting.

 

Artikel ini telah dibaca 939 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Empat Klub Sekaligus, Sony Maringka Ikut Panaskan Bupati Cup Sitaro

29 Agustus 2026 - 19:09 WITA

Pala Siau Masuk Meja DPRD, Pemda Bicara Petani, Pasar hingga Industri

28 Agustus 2026 - 21:06 WITA

BBM Langka di Sitaro, Tukang Ojek Soroti Dugaan Penimbunan dan Minta Pengawasan Diperketat

20 Agustus 2026 - 19:18 WITA

BBM Langka, Jadwal Wisatawan Asing ke Sitaro Terancam Batal

20 Agustus 2026 - 15:41 WITA

55 WBP Lapas Ulu Siau Terima Remisi HUT ke-81 RI, Diserahkan Bupati Heronimus Makainas

17 Agustus 2026 - 19:18 WITA

33 Peserta Ramaikan Lomba Falinggir Putus di Sitaro, Begini Kata Cosman R. Ambalao

14 Agustus 2026 - 17:06 WITA

Trending di Sitaro