Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Sitaro · 5 Des 2025 21:19 WITA ·

Stunting di Sitaro Tersisa 14 Kasus, Upaya Pemda Berbuah Hasil Signifikan


Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit saat menyerahkan bantuan ke pada perwakilan anak yang hadir dalam Rakoor Tim Percepatan Penurunan Stunting Perbesar

Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit saat menyerahkan bantuan ke pada perwakilan anak yang hadir dalam Rakoor Tim Percepatan Penurunan Stunting

Sitaro.sulutnews.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) kembali mencatat progres signifikan dalam upaya percepatan penurunan stunting. Data terbaru Dinas Kesehatan Sitaro tahun 2025 menunjukkan hanya tersisa 14 kasus stunting aktif yang tersebar di enam puskesmas.

Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan bukti nyata efektivitas kerja bersama lintas sektor. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah, puskesmas, pemerintah kampung, dan para kader kesehatan terus bergerak melakukan pemantauan, pendampingan, serta intervensi bagi keluarga berisiko.

Adapun sebaran 14 kasus stunting tersebut adalah:

  • Puskesmas Minanga: 3 kasus
  • Puskesmas Talawid: 3 kasus
  • Puskesmas Sawang: 3 kasus
  • Puskesmas Makalehi: 2 kasus
  • Puskesmas Salili: 1 kasus
  • Puskesmas Lia: 2 kasus

Penurunan ini menjadi salah satu capaian terbaik Sitaro dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, pemerintah daerah melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) menjalankan berbagai program seperti edukasi gizi keluarga, pemeriksaan kesehatan rutin, intervensi gizi spesifik, serta penguatan program unggulan seperti Sekolah Lansia dan Aplikasi SiHero yang fokus pada pencegahan sejak dini melalui pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri.

Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sitaro, Evita Janis, menyatakan bahwa tren terbaru ini merupakan indikasi positif bahwa intervensi yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat berjalan efektif.

“Capaian ini bukan akhir, tetapi momentum untuk memastikan Sitaro benar-benar menuju zero stunting. Dengan kerja bersama, kami optimis kasus yang tersisa dapat diselesaikan dalam waktu dekat,” ujarnya. Jumat, 05/12/2025.

Selain intervensi kesehatan, Pemkab Sitaro juga memperkuat edukasi terkait pola asuh, sanitasi, serta pencegahan infeksi sebagai faktor penyebab stunting. Keterlibatan kader PKK, tenaga gizi puskesmas, serta pemerintah kampung turut mendorong percepatan penurunan angka tersebut.

Dengan hanya menyisakan 14 kasus pada 2025, Pemkab Sitaro berharap seluruh elemen masyarakat terus mendukung upaya menciptakan generasi Sitaro yang lebih sehat, kuat, dan bebas stunting.

 

Artikel ini telah dibaca 938 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Plt. Bupati Sitaro dan Kajari Serahkan Bantuan Logistik bagi Korban Bencana Hidrometeorologi

29 Juni 2026 - 13:02 WITA

Plt. Bupati Heronimus Makainas Hadiri HUT ke-168 GMIST Imanuel Kelling Balehumara, Ajak Jemaat Perkuat Persatuan dan Iman

25 Juni 2026 - 15:20 WITA

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Siau Timur

20 Juni 2026 - 19:24 WITA

Plt Bupati Sitaro Tegaskan Komitmen Kendalikan Inflasi dan Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

16 Juni 2026 - 17:02 WITA

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Pemkab Sitaro Ajak Masyarakat Perkuat Keimanan dan Kepedulian Sosial

16 Juni 2026 - 01:51 WITA

Ketua TP PKK Sitaro Hadiri HKG PKK ke-54 Sulut, Tegaskan Komitmen Membangun Keluarga Sehat dan Tangguh

13 Juni 2026 - 08:58 WITA

Trending di Sitaro