Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

NTT · 8 Des 2025 09:13 WITA ·

Plt Kadis Pendidikan Murka, Kepsek Mendukung Oknum Guru yang Menyakitkan Murid SD Nauhadoen Umur 12 Tahun, Kasus Dilaporkan ke Polisi


Foto Ilustrasi Perbesar

Foto Ilustrasi

Rote Ndao,Sulutnews.com – Suasana di SD Nauhadoen, Kecamatan Lobalain, menjadi tegang setelah kejadian menyakitkan yang mencoreng nama dunia pendidikan di Kabupaten Rote Ndao terjadi, menimbulkan kemarahan yang meluas di antara masyarakat setempat. Pada hari yang tidak terduga, seorang oknum guru di sekolah tersebut melakukan tindakan menyakitkan terhadap salah satu muridnya, hingga menyebabkan cedera parah yang membuat korban dalam kondisi sangat lemah.

Korban, seorang anak laki-laki berusia 12 tahun, menunjukkan tanda-tanda cedera yang jelas: pipi kanan dan kiri yang membengkak parah, dengan bekas pendarahan yang masih terlihat di sekitar mulutnya. Ketika keluarga korban tiba di sekolah setelah menerima pemberitahuan, mereka melihat anak mereka dalam keadaan yang menyedihkan – lelah, menangis, dan sulit berbicara karena nyeri.

Lebih memperparah situasi, informasi yang beredar di lingkungan sekolah dan masyarakat menunjukkan bahwa Kepala Sekolah (Kepsek) SD Nauhadoen dinyatakan mendukung tindakan oknum guru tersebut. Sikap ini membuat keluarga korban semakin kesal dan tidak tahan, sehingga mereka segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lobalain untuk mencari keadilan dan perlindungan bagi anak mereka.

Ketika dikonfirmasi Senin (07 Desember 2025), PLT Kadis Pendidikan Kabupaten Rote Ndao, Benay Fora, menunjukkan reaksi murka terhadap insiden ini. “Lapor polisi biar kita tau masalahnya,” ujarnya dengan nada yang tegas dan penuh kebencian terhadap sikap kepsek. Pernyataan ini menggambarkan gambaran jelas tentang komitmen pihak dinas pendidikan untuk tidak menutupi kejadian apapun, termasuk masalah dukungan yang diberikan kepsek, dan menuntut kebenaran melalui jalur hukum yang berlaku.

Reaksi murka Plt Kadis Pendidikan mencerminkan betapa tidak dapat diterimanya sikap kepsek yang mendukung tindakan menyakitkan terhadap murid. Tindakan semacam itu di lingkungan sekolah – yang seharusnya menjadi tempat yang aman, nyaman, dan mendukung pertumbuhan serta perkembangan peserta didik – adalah pelanggaran serius terhadap hak anak. Sikap dukungan kepsek semakin memperparah masalah, dan menimbulkan pertanyaan penting mengenai sistem pengawasan, integritas, serta penegakan disiplin yang berjalan di lingkungan pendidikan daerah.

Saat ini, tim penyelidikan dari Polsek Lobalain sedang melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, mengumpulkan informasi dari saksi mata, dan memeriksa kondisi korban untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian, alasan yang mendasari tindakan menyakitkan, serta kebenaran informasi tentang dukungan yang diberikan kepsek. Masyarakat setempat juga telah mengungkapkan kekhawatiran yang mendalam melalui berbagai saluran, dan menuntut agar penanganan terhadap kasus ini dilakukan secara transparan dan tegas terhadap semua pihak yang terlibat – agar menjadi contoh bagi semua satuan pendidikan di Kabupaten Rote Ndao sehingga tidak terjadi lagi kejadian serupa di masa depan.

Reporter : Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,465 kali

Baca Lainnya

Prof. YLH Diberi Kuasa Tangani Dua Kasus Tanah Ulayat – Awal Baik Buat Profesi Baru dan Kembali Mengabdi di UNSTAR Rote!

17 Februari 2026 - 00:08 WITA

Kerja Bakti BAPPERIDA Kabupaten Kupang Digelar, Jumat 13 Februari 2026

14 Februari 2026 - 02:33 WITA

Ratusan Siswa SMA dan SMK/MA Serta Masyarakat Umum Serbu “Sulawesi Education Techno Diikuti 37 Perguruan Tinggi Dari Berbagai Daerah

13 Februari 2026 - 23:19 WITA

PERTEMUAN KUNJUNGAN KERJA USMAN HUSIN DENGAN 258 PENYULUH PERTANIAN DI NTT

13 Februari 2026 - 22:12 WITA

Revitalisasi SMK Kristen Getsemani Sario Manado Dengan Angaran Rp 2,5 Miliar Dari Kemendikdasmen Rampung Siap Diresmikan

12 Februari 2026 - 09:42 WITA

PENGUMUMAN SERTIFIKAT HILANG: ROSALINA T SIGAR OLEH KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN ROTE NDAO PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

11 Februari 2026 - 09:36 WITA

Trending di Ekonomi