Rote Ndao,Sulutnews.com – Suasana di SD Nauhadoen, Kecamatan Lobalain, menjadi tegang setelah kejadian menyakitkan yang mencoreng nama dunia pendidikan di Kabupaten Rote Ndao terjadi, menimbulkan kemarahan yang meluas di antara masyarakat setempat. Pada hari yang tidak terduga, seorang oknum guru di sekolah tersebut melakukan tindakan menyakitkan terhadap salah satu muridnya, hingga menyebabkan cedera parah yang membuat korban dalam kondisi sangat lemah.
Korban, seorang anak laki-laki berusia 12 tahun, menunjukkan tanda-tanda cedera yang jelas: pipi kanan dan kiri yang membengkak parah, dengan bekas pendarahan yang masih terlihat di sekitar mulutnya. Ketika keluarga korban tiba di sekolah setelah menerima pemberitahuan, mereka melihat anak mereka dalam keadaan yang menyedihkan – lelah, menangis, dan sulit berbicara karena nyeri.
Lebih memperparah situasi, informasi yang beredar di lingkungan sekolah dan masyarakat menunjukkan bahwa Kepala Sekolah (Kepsek) SD Nauhadoen dinyatakan mendukung tindakan oknum guru tersebut. Sikap ini membuat keluarga korban semakin kesal dan tidak tahan, sehingga mereka segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lobalain untuk mencari keadilan dan perlindungan bagi anak mereka.
Ketika dikonfirmasi Senin (07 Desember 2025), PLT Kadis Pendidikan Kabupaten Rote Ndao, Benay Fora, menunjukkan reaksi murka terhadap insiden ini. “Lapor polisi biar kita tau masalahnya,” ujarnya dengan nada yang tegas dan penuh kebencian terhadap sikap kepsek. Pernyataan ini menggambarkan gambaran jelas tentang komitmen pihak dinas pendidikan untuk tidak menutupi kejadian apapun, termasuk masalah dukungan yang diberikan kepsek, dan menuntut kebenaran melalui jalur hukum yang berlaku.
Reaksi murka Plt Kadis Pendidikan mencerminkan betapa tidak dapat diterimanya sikap kepsek yang mendukung tindakan menyakitkan terhadap murid. Tindakan semacam itu di lingkungan sekolah – yang seharusnya menjadi tempat yang aman, nyaman, dan mendukung pertumbuhan serta perkembangan peserta didik – adalah pelanggaran serius terhadap hak anak. Sikap dukungan kepsek semakin memperparah masalah, dan menimbulkan pertanyaan penting mengenai sistem pengawasan, integritas, serta penegakan disiplin yang berjalan di lingkungan pendidikan daerah.
Saat ini, tim penyelidikan dari Polsek Lobalain sedang melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, mengumpulkan informasi dari saksi mata, dan memeriksa kondisi korban untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian, alasan yang mendasari tindakan menyakitkan, serta kebenaran informasi tentang dukungan yang diberikan kepsek. Masyarakat setempat juga telah mengungkapkan kekhawatiran yang mendalam melalui berbagai saluran, dan menuntut agar penanganan terhadap kasus ini dilakukan secara transparan dan tegas terhadap semua pihak yang terlibat – agar menjadi contoh bagi semua satuan pendidikan di Kabupaten Rote Ndao sehingga tidak terjadi lagi kejadian serupa di masa depan.
Reporter : Dance Henukh





