Sitaro.sulutnews.com – Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) bakal mendapatkan alokasi Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Tahun 2026 dan 2027 dari Kementerian Pertanian. Bantuan tersebut mencakup revitalisasi tanaman pala seluas 2.000 hektare, rencana pembangunan pabrik pengolahan pala, serta program hilirisasi yang memungkinkan ekspor pala langsung dari Pulau Siau.
Menurut Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, kabar baik itu disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian saat melakukan kunjungan kerja di Provinsi Sulawesi Utara pekan lalu. Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Wakil Bupati Heronimus Makainas tersebut diyakini membawa kabar gembira.
“Dalam kunjungan ini, Bapak Menteri menyampaikan bahwa Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro mendapatkan sejumlah bantuan. Ini berkat kerja keras semua pihak, Pak Wakil Bupati, Sekda, seluruh tim, dan doa para petani,” ungkap Chyntia, Senin, 15/11/2025.
Bagi daerah kepulauan seperti Sitaro, bantuan revitalisasi dan hilirisasi pala bukan sekadar program pembangunan. Lebih dari itu, ini menjadi momentum kebangkitan ekonomi petani sekaligus penguatan masa depan komoditas unggulan mereka.
“Ini merupakan anugerah Tuhan,” ujar Bupati.
Sebelumnya, Keseriusan Pemkab Sitaro dalam memperjuangkan nasib petani pala telah ditunjukkan melalui dua kali kunjungan resmi Bupati ke Kementerian Pertanian di Jakarta. Pada pertemuan pertama, 15 Mei 2025, Chyntia diterima langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
“Bapak Menteri menyambut baik dan berjanji akan memberikan bantuan berupa revitalisasi tanaman pala, insentif bagi petani, hilirisasi, serta peralatan traktor,” kenang Chyntia.
Tidak berhenti di situ, pada 14 Agustus 2025, Bupati kembali mengunjungi Direktorat Jenderal Perkebunan untuk menindaklanjuti komitmen tersebut. Upaya intensif ini akhirnya membuahkan hasil besar bagi Sitaro.
Sejatinya, pemerintah telah lama berupaya membantu petani pala. Namun hingga kini, kondisi petani belum banyak mengalami perubahan. Harga pala yang kerap turun dan jarang stabil membuat para petani terus berada dalam tekanan ekonomi yang tidak menentu.
Di tengah tantangan tersebut, pemerintahan baru Bupati Chyntia dan Wakil Bupati Heronimus Makainas bergerak cepat sejak dilantik oleh Presiden Republik Indonesia pada 20 Februari 2025. Mereka menjadikan sektor pala sebagai prioritas utama, mengingat komoditas ini telah lama menjadi kebanggaan Sitaro dan diakui sebagai salah satu yang berkualitas terbaik di dunia.
“Itu jualan kami, bahwa Sitaro memiliki pala dengan kualitas nomor satu di dunia. Itu yang kami sampaikan kepada Pak Menteri dan semua stakeholder di Jakarta,” tandas Bupati.





