Sulutnews.com Bengkulu Selatan – kelompok P3A Lembak dusun desa gunung ayu kecamatan Seginim yang di ketuai oleh sekretaris desa gunung ayu diduga kelompok Abal Abal, hal ini dinyatakan melihat beberapa anggota, pengurus tidak mengetahui pembentukan dan pencantuman namanya dalam kelompok termasuk kepala desa setempat.
Diketahui dinas pertanian kabupaten Bengkulu Selatan memberikan bantuan optimasi lahan non rawa terhadap kelompok P3A Lembak dusun dengan jumlah yang sangat fantastis hingga Rp 324jt lebih, jauh dari dana yang di terima kelompok lainnya yang di ketahui penerima di kabupaten Bengkulu Selatan sebanyak 67 kelompok tani.
Hal yang aneh terlihat dengan adanya kelompok ini mendapatkan bantuan dengan jumlah besar, sebab kelompok ini juga sebelumnya di nyatakan oleh kepala BPP Seginim Sukir merasa tertipu atas usulan alsintan roda tiga pada sebelumnya, namun merasa tertipu yang di nyatakan oleh kepala BPP Seginim berbanding terbalik dengan kenyataan, bahwa ketua kelompok wanita tani KWT melati putih desa gunung ayu yang kini juga menjadi ketua P3A Lembak dusun desa gunung ayu malah mendapatkan bantuan yang lebih besar lagi meskipun kepala BPP menyatakan merasa tertipu.
Beberapa warga yang tergabung dalam kepengurusan P3A Lembak dusun menyatakan bahwa mereka tidak di libatkan dalam kegiatan pelaksanaan realisasi bantuan pemerintah yang saat ini sedang berjalan, sebab pernyataan ketua kelompok tani sesuai pengakuan sekretaris kelompok bahwa mereka adalah pelengkap “kamu kan sekretaris hanya pelengkap saja, ungkap ketua Yarti terhadap sekretaris” terang sekretaris kelompok P3A Lembak dusun.
Terpisah kepala desa gunung ayu kecamatan Seginim Mikardin mengakui bahwa dirinya tidak mengetahui pembentukan kelompok tersebut, terkait tanda tangan yang ada di berkas kelompok menurut kades kemungkinan dirinya ditipu minta tanda tangan di tengah jalan karena dirinya sedang sibuk.
“Sebelumnya saya minta maaf saya tidak mengetahui pembentukan itu, namun mungkin orang itu minta tanda tangan dengan saya disaat saya sibuk jadi kurang paham saya, yang penting masa jabatan saya ini ada bantuan masuk itu saja yang terpikir dalam benak saya” terang kades.
Sementara kepala BPP kecamatan Seginim Sukir menyatakan bahwa kelompok yang mengusulkan bantuan tersebut adalah kelompok P3A Lembak dusun yang di dalamnya ada tiga kelompok.
Salah satu penggiat di kabupaten Bengkulu Selatan Arif menyayangkan pernyataan kepala BPP kecamatan Seginim yang menyatakan karena ada gabungan tiga kelompok sebab P3A itu bukanlah Gapoktan gabungan beberapa kelompok, namun P3A itu berdiri sendiri ini jadi pertanyaan besar seolah pihak BPP ingin melindungi P3A perlu di lakukan pemeriksaan terhadap kinerja kelompok P3A Lembak dusun desa gunung ayu kecamatan Seginim. (JN)







