Sulutnews.com Bengkulu Selatan – lagi lagi rekayasa yang di lakukan oleh ketua P3A Lembak dusun desa gunung ayu kecamatan Seginim terbongkar dengan adanya pernyataan dari sekretaris kelompok P3A Lembak dusun dengan media ini yang menyatakan bahwa dirinya hanyalah formalitas menurut ketua kelompok Yarti.
Sekretaris Dedi mengakui dirinya tidak di libatkan dalam kegiatan tersebut, hingga pencairan tidak ada pemberitahuan, sampai sekretaris bertanya langsung dengan ketua malahan ketua menyambut sekretaris dengan bahasa kamu sekedar sekretaris formalitas saja ungkap ketua P3A dengan sekretaris saat Dedi menceritakan dengan media ini.
“Saya benar sekretaris P3A Lembak dusun tersebut, hingga pengusulannya masih juga saya berperan namun pencairan hingga pelaksanaan saya tidak lagi di libatkan, saya juga sempat menyampaikan dengan ketua kelompok bahwa saya sekretaris namun ketua menjawab kamu sekretaris sekedar formalitas saja, dasar aku tidak merekam aja saat itu karena ketua itu masih keluarga” ujar Dedi selaku sekretaris P3A Lembak dusun desa gunung ayu.
Terpisah kepala desa gunung ayu mulai berdalih sesuai penyampaiannya dengan media ini, mungkin karena dia dianggap bodoh jadi di bodoh bodohi, dan bisa jadi karena urusan ini banyak saya tidak tau lagi surat apa yang saya tanda tangani saat itu, terang mikardin selaku kepala desa.
Rapat pembentukan kelompok P3A sesuai surat rapat yang ada dalam berkas kelompok diduga rekayasa, yang tanggalnya juga tidak jelas kapan di lakukan namun kepala desa tertanda tangan, anggota yang dimasukkan tidak mengetahui rapat, sekretaris juga sekedar pemberitahuan sebagai pengurus tidak melalui rapat atau musyawarah.
Arif selaku penggiat di kabupaten Bengkulu Selatan berharap dengan Aparat Penegak Hukum agar melakukan pemeriksaan terhadap dokumen yang di gunakan P3A Lembak dusun desa gunung ayu kecamatan Seginim diduga kuat lakukan pemalsuan dokumen untuk meraup uang negara melalui kegiatan optimasi lahan non rawa hingga Rp.324jt lebih.
Apabila memang seolah ada pembiaran terhadap kelompok ini baik dari dinas terkait kita akan melaporkan hal ini ke tingkat yang lebih tinggi di provinsi Bengkulu, perbuatan ini. Patut kita menduga di lakukan oleh oknum untuk meraup keuntungan yang lebih besar dari uang negara, kita selaku penggiat siap mempertanggung jawabkan apa yang kita lakukan sesuai dengan bukti yang sudah kita pegang saat ini, ujar Arif. (JN)







