MANADO,Sulutnews.com – Workshop Bela Negara yang digagas oleh Forum Penyelamat Demokrasi dan Reformasi (F-PDR) yang menampilkan sejumlah tokoh nasional seperti Marsekal TNI (Purn) Agus Supriatna Ketua Umum DPP Forum Penyelamat Demokrasi dan Reformasi (F-PDR), Letjen TNI Gabriel Lema, Kepala Badan Cadangan Nasional, Kemenhan RI. (Perwakilan Kemenhan), Dr. Drs. Yohan, M.Si. Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Prof Dr. Henri Subiakto Drs.,SH.,M.Si dan Narasumber Dr. Wawan H. Purwanto, S.H., M.H. Asisten Khusus Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Dr. Ardiles M. R. Mewoh, S.IP., M.Si. Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Utara, Elizabeth Prisciliaruntu, S.H. Praktisi HUKUM, Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K
Menjadi moment dimana sumber daya nasional untuk pertahanan negara yang didasarkan pada sikap Cinta Tanah Air, Sadar Berbangsa dan Bernegara serta setia pada Pancasila sebagai Ideologi Negara, Rela Berkorban untuk Bangsa dan Negara menjadi sesuatu yang selalu dijaga dan dipelihara demi terwujudnya sikap Bela Negra yang dilaksanakan atas dasar kesadaran warga negara serta keyakinan pada kekuatan sendiri yang bertumbuh pada usaha Bela Negara yang bertujuan untuk memelihara jiwa nasionalisme dalam upaya pemenuhan hak dan kewajibannya terhadap pembinaan kesadaran demi terwujudnya tujuan dan kepentingan nasional.
Pada giat yang dilaksanakan di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Sabtu (1/11/2025) tersebut yang diikuti ratusan Siswa, Guru, Mahasiswa, Dosen Komisioner Bawaslu se Sulut dan Hukum Tua juga memberikan Penghargaan serta Penyematan PIN Bela Negara dan Pemberian Sertifikat Kader Bela Negara kepada Bupati Minahasa Robby Dondokambey oleh Kemhan Pertahanan RI atas komitmen dan kontribusi dalam mendukung penguatan kesadaran bela negara di wilayah Kabupaten Minahasa dan kepada Walikota Manado Andrei Angouw. Penghargaan: Kader Bela Negara penggagas dan Mengimplementasikan Program Pendidikan Anti Korupsi di Lingkungan Pemerintah Kota Manado.(josh tinungki)





