Sitaro.sulutnews.com | Dalam beberapa hari terakhir, langit Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) jarang cerah. Hujan turun hampir tanpa jeda, kadang disertai angin kencang. Di tengah kondisi cuaca yang tak menentu ini, Bupati Sitaro Shyntia I. Kalangit mengeluarkan imbauan resmi: warga diminta tetap tenang, waspada, dan tidak panik.
“Dalam beberapa hari terakhir, wilayah kita mengalami hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang. Kondisi ini berpotensi menyebabkan tanah longsor di daerah perbukitan serta gelombang tinggi di wilayah perairan,” ujar Kalangit dalam keterangannya, Kamis, 30/10/2025.
Peringatan itu bukan tanpa alasan. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro, curah hujan di wilayah kepulauan itu meningkat tajam. Beberapa titik di Siau dan Tagulandang masuk dalam kategori rawan longsor. Di wilayah pesisir, nelayan diminta untuk menunda aktivitas melaut hingga kondisi dinyatakan aman.
Kalangit juga meminta agar masyarakat memperhatikan sejumlah langkah antisipatif. Warga yang tinggal di lereng atau tebing curam diminta mewaspadai tanda-tanda awal longsor, seperti retakan tanah atau aliran air yang berubah arah. Saluran air dan drainase di sekitar rumah juga diimbau untuk tetap bersih agar tidak menimbulkan genangan.
“Kalau ada situasi darurat, segera hubungi aparat desa, BPBD, atau posko terdekat. Jangan menunggu keadaan menjadi berbahaya,” katanya.
Kalangit juga berpesan, tentang pentingnya gotong royong dan solidaritas.
“Mari kita saling menjaga, saling mengingatkan, dan saling membantu agar tetap aman dan terlindung. Dengan kewaspadaan, doa, dan kebersamaan, kita pasti mampu melalui situasi ini bersama dengan selamat,” tandas dia.





