Tahuna, Sulutnews.com – Angin segar berhembus bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe. Pemerintah pusat melalui Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memastikan alokasi bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2026 meningkat signifikan menjadi 622 unit, pada tahun sebelumnya nihil kuota.
Kabar tersebut disampaikan saat kunjungan kerja di Manado dalam rangka Musrenbang RKPD Provinsi Sulawesi Utara tahun 2027 yang dirangkaikan dengan perayaan Paskah Nasional. Dalam kesempatan itu, Ara sapaan akrab Maruarar, menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Ini bentuk komitmen pemerintah agar masyarakat bisa tinggal di rumah yang layak. Tahun lalu belum ada alokasi, tetapi tahun ini kami dorong signifikan menjadi 622 unit,” ujarnya.
Di sela agenda tersebut, Ara juga menggelar dialog bersama para kepala daerah se-Sulawesi Utara. Forum itu menjadi wadah menyerap langsung kebutuhan riil di daerah, khususnya terkait persoalan perumahan dan kawasan permukiman.
Secara khusus, Kabupaten Kepulauan Sangihe disebut sebagai salah satu penerima prioritas program RTLH tahun ini. Pemerintah pusat menilai wilayah kepulauan memiliki tingkat kebutuhan yang cukup mendesak, terutama dalam penyediaan hunian yang layak dan aman.
“Kami melihat daerah kepulauan seperti Sangihe membutuhkan perhatian lebih. Karena itu, tahun ini kami masukkan sebagai penerima bantuan RTLH, agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Michael Thungari, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian pemerintah pusat.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Menteri atas kepeduliannya terhadap masyarakat Sangihe. Bantuan RTLH ini sangat berarti, terutama bagi warga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni,” ungkap Thungari.
Ia menegaskan, pemerintah daerah siap mengawal pelaksanaan program agar berjalan transparan dan tepat sasaran.
“Kami akan memastikan pendataan dilakukan secara akurat serta proses pelaksanaan berjalan baik, sehingga bantuan ini benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Dengan tambahan kuota yang signifikan ini, diharapkan kualitas hunian masyarakat di wilayah kepulauan, khususnya Sangihe, dapat meningkat sekaligus mendorong kesejahteraan warga secara berkelanjutan.
(Andy Gansalangi)







