Bitung, Sulutnews.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar Pelatihan Penjamah Makanan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Bitung tahun 2025.
Kegiatan ini berlangsung di Hotel Nalendra, Minggu (28/9/2025), dan dihadiri oleh seluruh perwakilan dari 5 kecamatan SPPG se-Kota Bitung.
Sebanyak lima narasumber hadir membawakan materi strategis yang menyentuh aspek pengolahan limbah, keamanan pangan, higienitas, hingga perlindungan relawan.
DLH Tekankan Pengelolaan Sampah
Materi pertama disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bitung, Meriyanti Dumbela.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan sampah hasil produksi SPPG agar bisa dimanfaatkan kembali.
“Tidak perlu semua sampah dibuang ke TPA. Sampah SPPG bisa diolah dengan cara sederhana, misalnya membuat tiga lubang tanah untuk menghasilkan pupuk dari sisa organik,” ujarnya.
Persagi Ingatkan Bahaya Kontaminasi
Ketua Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Kota Bitung, Saul R. Tindangen, S.Tr.Gz, tampil sebagai pemateri kedua.
Ia mengingatkan bahaya kontaminasi makanan yang bisa muncul dari proses penjamahan hingga distribusi.
“Kadang satu titik yang tidak terkontrol bisa berakibat fatal. Makanan harus diolah sesuai standar, memperhatikan gizi, kebersihan, serta tidak dibiarkan terlalu lama sebelum dikonsumsi,” jelasnya.
Saul juga menolak penggunaan makanan ultra proses seperti sosis dan nugget dalam menu Makanan Bergizi Gratis (MBG), kecuali diproduksi langsung dan dikonsumsi segera.
BPJS Dukung Relawan SPPG
Pemateri ketiga, Surya Pradaningrat dari BPJS Ketenagakerjaan, menyampaikan dukungan lembaganya terhadap program MBG melalui perlindungan jaminan sosial bagi relawan SPPG.
“Dengan iuran Rp16.800 per bulan, relawan sudah terlindungi. Bahkan, ada program beasiswa bagi anak hingga ke perguruan tinggi,” katanya.
Dinkes Tekankan Sertifikasi
Kepala Dinas Kesehatan Bitung, dr Piter Lumingkewas, hadir sebagai pemateri keempat. Ia menegaskan pentingnya higienitas mulai dari bahan mentah hingga pangan siap saji.
“Ke depan, setiap owner dan relawan SPPG diharapkan memiliki sertifikasi sesuai bidangnya. Ini demi mendukung jaminan keamanan pangan,” ujarnya.
BPOM Ingatkan APD dan Penyimpanan
Materi kelima disampaikan oleh Balai Besar POM Sulut yang menyoroti aspek penyimpanan dan keamanan bahan pangan.
Mereka menekankan pemisahan bahan mentah dan matang, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta tata letak penyimpanan yang sesuai standar untuk mencegah kontaminasi.
Harapan dari SPPG Bitung
Koordinator Wilayah Kota Bitung sekaligus Kepala SPPG Madidir Paceda, Dewi Sartika Mellaninyanto, menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti 245 peserta dari lima SPPG, yakni Ranowulu, Madidir, Paceda, Kakenturan, dan Maesa.
“Harapannya, para pekerja dapat memahami materi yang diberikan, menjaga higienitas, serta memastikan distribusi makanan ke 3B berjalan aman tanpa kejadian luar biasa (KLB),” tegasnya.
Pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat kompetensi para penjamah makanan dan relawan SPPG sehingga program MBG di Kota Bitung dapat berjalan lancar, sehat, dan aman bagi anak-anak penerima manfaat.
(Tzr)





