Rote Ndao,Sulutnews.com – Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti pelatihan intensif 30 siswa-siswi SMA dan SMK Kabupaten Rote Ndao yang tengah mempersiapkan diri menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam rangka peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Lebih dari sekadar latihan fisik, pelatihan ini bertujuan membentuk karakter calon pemimpin bangsa yang berwawasan kebangsaan, cinta tanah air, dan disiplin tinggi.
Marthen Muskanan, yang ditemui di halaman Videsi Hotel, Kelurahan Mokdala, mengungkapkan bahwa pelatihan diawali dengan pembacaan Pembukaan UUD 1945 dan Pancasila. Momen ini bukan sekadar seremonial, tetapi penegasan komitmen para calon Paskibraka terhadap dasar negara dan ideologi bangsa. Sambutan ketua panitia semakin menguatkan tekad mereka untuk mengabdi kepada negara.
Pelatihan ini melibatkan ujian tekad yang unik. Calon Paskibraka diuji bukan hanya kemampuan fisik, tetapi juga integritas dan komitmen. Mereka didorong untuk merenungkan tujuan mengikuti pelatihan, memastikan pengabdian mereka tulus, bukan sekadar ambisi pribadi. Simulasi melewati “gerbang Desa Bahagia”, yang menguji mental dan kesiapan, menguji ketangguhan mereka. Penggunaan sumpit untuk “memutuskan” halangan melambangkan perjuangan dan keberanian.

Pelatihan mengacu pada Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Nomor 0033 Tahun 2014, menekankan pembentukan Paskibraka yang handal, berpengetahuan luas, dan memiliki fisik dan mental prima. Pembina, pelatih, dan panitia berperan krusial dalam memastikan pelatihan efisien dan efektif.
Keberhasilan pelatihan akan terukur dari kemampuan para siswa mengibarkan dan menurunkan bendera pada 17 Agustus. Namun, tujuan utama adalah membentuk generasi penerus bangsa yang berkarakter, berintegritas, dan siap membangun Indonesia yang lebih baik. Semangat dan dedikasi 30 siswa Rote Ndao ini menjadi inspirasi bagi generasi muda di seluruh Indonesia. Mereka bukan hanya pengibar bendera, tetapi simbol harapan dan perubahan.
Reporter: Dance Henukh






