Tahuna, Sulutnews.com – Dua proyek strategis peninggalan era kepemimpinan Bupati Jabes Ezar Gaghana (JEG) yang sempat mangkrak selama bertahun-tahun kini kembali berdenyut di tangan Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari (MT). Dengan langkah terukur dan kepemimpinan yang tegas, Thungari berhasil membuka jalan bagi kelanjutan dua proyek penting yang sebelumnya dianggap sulit terselesaikan, yakni pembangunan jalan Lenganeng–Bawongkulu dan Gelanggang Olahraga (GOR) Manente.
Proyek jalan Lenganeng–Bawongkulu sepanjang 157 meter menjadi salah satu pekerjaan tersulit yang diwariskan dari masa lalu. Sejak akhir 2017, proyek ini terhenti akibat persoalan status lahan yang masuk dalam kawasan hutan lindung. Upaya penyelesaian sempat berlarut-larut tanpa hasil berarti. Namun di bawah kepemimpinan Thungari, pemerintah daerah berhasil melakukan koordinasi lintas sektor dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta instansi terkait, sehingga proyek ini akhirnya bisa dilanjutkan kembali.
Proyek tersebut kini dikerjakan dengan anggaran Rp494.500.000 yang bersumber dari APBD Tahun 2025, dan ditargetkan rampung sebelum akhir tahun ini. Keberhasilan melanjutkan proyek ini dinilai sebagai bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menuntaskan persoalan infrastruktur dasar masyarakat perbatasan.
Sementara itu, proyek GOR Manente yang mulai dibangun pada tahun 2020 juga mengalami nasib serupa. Pandemi COVID-19 memaksa pemerintah daerah melakukan refocusing anggaran, sehingga pembangunan yang sudah berjalan terhenti di tengah jalan. Setelah beberapa tahun terbengkalai, kini proyek ini kembali dilanjutkan dengan pagu anggaran sebesar Rp8.265.000.000 yang bersumber dari dana bagi hasil antara Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Bupati Michael Thungari menegaskan, penyelesaian dua proyek tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintahannya untuk memastikan keberlanjutan pembangunan dan penggunaan anggaran daerah yang berpihak pada kepentingan rakyat.
“Kami memastikan dua proyek yang belum tuntas itu diselesaikan di tahun ini. Proyek jalan Lenganeng–Bawongkulu dan GOR Manente menjadi bukti bahwa dengan kerja sama dan tekad, hal yang dulu dianggap mustahil kini bisa kita wujudkan,” ujar Thungari.
Keberhasilan ini juga mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat Sangihe, Jeck Seba, yang menilai kepemimpinan Bupati Thungari membawa warna baru dalam birokrasi daerah.
“Langkah Bupati Thungari menunjukkan bahwa kepemimpinan muda tidak berarti minim pengalaman, justru lebih berani menembus batas-batas birokrasi yang selama ini menghambat. Dua proyek yang dulu hanya jadi cerita kini benar-benar dikerjakan. Ini adalah bukti nyata, bukan sekadar janji politik,” ungkap Seba.
Dari sisi sosial dan ekonomi, penyelesaian dua proyek ini dipandang memiliki efek domino yang signifikan. Jalan Lenganeng–Bawongkulu akan membuka akses baru bagi masyarakat di wilayah pesisir dan pertanian, memperlancar distribusi hasil bumi, serta mempersingkat waktu tempuh antar-kecamatan. Sementara GOR Manente diharapkan menjadi pusat aktivitas olahraga, ekonomi kreatif, dan pengembangan potensi generasi muda Sangihe, yang selama ini minim fasilitas.
Pemerintah daerah meyakini, percepatan penyelesaian proyek-proyek mangkrak ini bukan hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga simbol kebangkitan tata kelola pemerintahan yang efektif dan berorientasi hasil. Di tangan Michael Thungari, apa yang semula tersendat kini mulai menemukan ujung penyelesaiannya — menandai babak baru pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Sangihe. (Andy Gansalangi)





