Manado, Sulutnews.com.com – Menjelang Natal dan Tahun Baru Pemda Sulut lewat Dinas Pangan dan instansi terkait lainnya Senin (22/12) mengelar Gerakan Pangan Murah ( GPM) di Kompleks Kantor Gubernur.
GPM dihadiri langsung Gubernur Sulut Yulius Selvanus SE dan Kadis Dinas Pangan Dr Franky Tintinggon S.STp.M.Si serta pejabat tetkait.
Dalam GPM yang dimulai pagi hari langsung diserbu ratusan warga untul berbelanja keperluan Natal dan Tahun baru baik itu beras, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih dan telur ayam.

Foto – Gubernur Yulius Silvanus didampingi Ibu Anik Yulius Selvanus ( tengah) didampingi Kadis Pangan Sulut Dr Franky Tintinggon S.SSTp.M.Si ( kiri) dalam GPM di Halaman Kantor Gubernur Senin (22/12)
” Kami senang ada GPM karena harga murah dibawah harga pasar” kata sejumlah Ibu Ibu rumah tanga namun engan menyebutkan nsmanya kepada wartawan.
Harga beras dan semua kebutuhan sangat murah sekali karenanya meski antrean panjang sejak pagi kami puas karena harga barang murah.
Gubernur Sulut Yulius Selvanus, saat membuka kegiatan GPM mengatakan, GPM adalah manifestasi kehadiran pemerintah di tengah rakyat.
Dikatakan Gubernur dengan GPM pemerintah bukan hanya pengatur, tapi harus jadi solusi atas masalah ekonomi sehari-hari.
Di saat dunia menghadapi ketidakpastian, kita harus jaga daya beli masyarakat agar mereka bisa merayakan momen spesial tanpa khawatir soal pangan.
Gubernur berharao warga untuk berbelanja bijak, menghindari penimbunan, dan bersama-sama menjaga stabilitas harga.
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci sukses kegiatan ini.
Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulut bekerja sama dengan Bulog, distributor pangan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan pelaku usaha lokal untuk memperkuat rantai pasok. Sinergi ini tidak hanya menjamin ketersediaan stok, tapi juga mendukung penyerapan produk daerah, mencegah pemborosan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Foto – Pasar 45 Manado Yang Macet Dipadati Kendaraan
Gubernur Yulius Selvanus menambahkan program GPM akan menjadi program berkelanjutan hinga ke kabupaten/kota lain, termasuk daerah kepulauan dan terpencil seperti Sangihe dan Talaud.
Tujuan GPM untuk menekan inflasi, stabilkan ekonomi, dan bangun ketahanan pangan yang mandiri. Ini sejalan dengan target nasional untuk mengendalikan inflasi pangan, yang tahun ini mencapai puncak akibat faktor cuaca dan rantai pasok global.
Dengan GPM ini, tidak hanya menyediakan akses pangan murah, tapi juga membangun solidaritas sosial menjelang akhir tahun.
Stok Cukup
Kepala Dinas Pangan Sulut Dr Franky Tintinggon S.SSTp.M Si kepada wartawan Sulutnews.com usai kegiatan GPM mengatakan, kegiatan GPM sukses dilaksanakan dan banyak warga yang membeli. Namun stok cukup banyak dan tidak ada masalah.
Menurut Kadis Pangan ada sekitar 10 .000 kg beras yang dijual, minyak goreng 1.000 liter, gula pasir 1.000 kg, bawang merah 250 kg, bawang putih 200 kg dan telur ayam 34 baki. Semua harga dibawa harga pasar. Dan stok cukup tersedia.
Terkait harga sembako dibeberapa pasar tradisional dan modern dari laporan di 15 Kabupaten dan Kota stabil harga sembako. Dan stok cukup tersedia” Masyarakat tidak perlu kuatir akan terjadi kekurangan stok sembako dan harga akan naik” ujar Tintinggon. Pihaknya akan memantau terus bersama instansi terkait sejumlah pasar tradisiional dan modern terkait harga.

Foto -Masyarakat Serbu Pusat Perbelanjaan di Manado
Masyarakat Serbu Mall Pasar 45
Sementara itu Senin (22/12) tiga hari menjelang Natal 25 Desember 2025 pusat perbelanjaan dan pasar Tradidional di Kota Manado diserbu masyarakat untuk berbelanja keperluan Natal dan Tahun Baru.
Seperti terlihat di Mantos, Mega Trade Center ( MTC) kawasan Mega Mas, Golden Swalayan , Jumbo dan pusat Pasar 45 Manado dan IT Center. Begitu juga dipasar Bersehati dan Pinasungkulan. Sementara beberapa titik ruas jalan di Kota Manado macet sejak siang hari hinga malam hari.
Kepada Wartawan Sulutnews com sejumlah warga berbelanja tiga hari menjelang Natal dan sudah ramai” Kami berbelanja keperluan Natal” kata Ibu Jein K warga Manado yang ditenui di Mantos.
Hal lain juga dikatakan Bapak Jhony S warga Minahasa yang ditemui di Pasaf 45 Manado. ” Sangat macet dan antre panjang saat berbelanja di pusat pertokoan pasar 45, ” ujar Bapak Jhony. (Fanny)






