Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Manado · 21 Okt 2025 23:56 WITA ·

Walikota Tomohon Caroll Senduk Buka Kegiatan Pembinaan Penatausahaan Keuangan Daerah Luncurkan Inovasi LANCAR SP2D


Walikota Tomohon Caroll Senduk Buka Kegiatan Pembinaan Penatausahaan Keuangan Daerah Luncurkan Inovasi LANCAR SP2D Perbesar

Manado,Sulutnews.com – Walikota Tomohon Caroll J. A. Senduk, S.H., menghadiri sekaligus membuka kegiatan Pembinaan Penatausahaan Keuangan Daerah dan Capacity Building “LANCAR SP2D” (Layanan Pencairan, Cepat, Akuntabel, dan Responsif) yang dilaksanakan di Swiss-Belhotel Maleosan, Manado, Selasa 21 Oktober 2025.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Tomohon secara resmi meluncurkan inovasi dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Tomohon, yaitu “Layanan Pencairan Cepat Akuntabel dan Responsif – Surat Perintah Pencairan Dana (LANCAR–SP2D)”.

Dalam sambutannya, Walikota Caroll J. A. Senduk menegaskan bahwa pengelolaan keuangan daerah merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Hal ini mencakup kemampuan pemerintah dalam mengelola sumber daya publik secara efektif, efisien, akuntabel, dan transparan demi kesejahteraan masyarakat.

“Dalam upaya mewujudkan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, diperlukan inovasi dan pembaruan yang mampu menjawab tuntutan zaman serta kompleksitas pengelolaan keuangan daerah,” ujar Walikota.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi informasi membuka peluang besar bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pengelolaan keuangan sekaligus memperkuat akuntabilitas dan transparansi.

“Oleh karena itu, transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah menjadi kebutuhan mendesak yang tidak hanya mendorong modernisasi birokrasi, tetapi juga memastikan setiap rupiah anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara jelas dan terbuka kepada publik” jelasnya.


Lebih lanjut, Walikota menjelaskan bahwa transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah bukan sekadar pilihan strategis, melainkan mandat hukum yang mengikat seluruh pemerintah daerah di Indonesia. Hal ini didukung oleh berbagai regulasi, di antaranya:

Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE);

Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Satgas P2DD); serta

Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah.

Regulasi tersebut menjadi dasar dalam pelaksanaan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) yang bertujuan mengurangi transaksi manual yang rawan kebocoran, meningkatkan efisiensi kas daerah, mempercepat aliran dana ke masyarakat, dan memperkuat transparansi serta akuntabilitas fiskal.

Walikota menegaskan bahwa inovasi LANCAR–SP2D merupakan wujud nyata transformasi layanan dari sistem manual menjadi layanan online terintegrasi. Sistem ini dirancang untuk mempercepat, mengefisienkan, dan meminimalkan risiko kesalahan dalam proses penerbitan serta pencairan Surat Perintah Pencairan Dana di lingkungan Pemerintah Kota Tomohon.

“Melalui sistem ini, seluruh tahapan mulai dari validasi, otorisasi hingga pemindahbukuan ke rekening penerima dilakukan secara otomatis dan terintegrasi dengan bank daerah” jelasnya.

Ia berharap LANCAR–SP2D dapat menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan misi Kota Tomohon yang berintegritas, adaptif, dan responsif, serta mendukung tercapainya indikator reformasi birokrasi, sistem pemerintahan berbasis elektronik, pelayanan publik, dan akuntabilitas keuangan daerah.

“Selain itu, inovasi ini diharapkan dapat membantu Pemerintah Kota Tomohon mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK serta memberi dampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan” tutur Walikota.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh narasumber dari Pusdatin Kemendagri: Prihantara Arif Budi Santosa, S.Kom., M.T.I. dan Irma Wibiyanti, M.M., M.Kom.; anggota DPRD Kota Tomohon, Pimpinan Cabang Bank SulutGo Tomohon Lidya Dondokambey, S.E., M.E., Kasi Intel Kejari Tomohon Ivan Roring, S.H., M.H. mewakili Kajari Tomohon, Kepala BPKPD Kota Tomohon Drs. Gerardus Mogi, M.AP., serta seluruh peserta kegiatan.(*/Merson)

Artikel ini telah dibaca 1,316 kali

Baca Lainnya

Silahturahmi Idul Fitri 1447 Hijriah, Yuk Intip Siapa Saja Pejabat Pemerintah dan Polri Yang Mengadakan Open House

21 Maret 2026 - 23:53 WITA

Luar Biasa Ribuan Pemuda Advent Manado Hadiri Perayaan GYD-GCD Communion In Action

21 Maret 2026 - 10:25 WITA

Pendaftaran calon Ketua PWI Sulut dan calon Ketua Dewan Kehormatan (DK) Ditutup

20 Maret 2026 - 15:41 WITA

Empat Calon Ketua PWI Sulut, Tiga Calon Ketua DK Periode 2026-2031 Siap Bertarung Rebut dalam Konferensi PWI Sulut 31 Maret 2026.

20 Maret 2026 - 01:54 WITA

Merson Simbolon Resmi Mendaftar Sebagai Bakal Calon Ketua PWI Sulut Bawa Misi Peningkatan Kompetensi

19 Maret 2026 - 19:53 WITA

Ulyas Taha : 1 Syawal Diperkirakan Sabtu 21 Maret 2026

19 Maret 2026 - 11:59 WITA

Trending di Manado