Manado, Sulutnews.com – Wakil Gubernur Sulut Drs Steven OE Kandouw mengatakan, pendidikan itu penting dalam memajukan suatu bangsa termasuk didaerah. Bahkan dibeberapa negara lain pendidikan itu dianggap extraordinary aspek yang sangat menentukan kemajuan bangsa kedepan.
“Karena itu perlu kita kerjasama “Mapalus” atau gotong royong dan kolaborasi semua pihak dari pusat dan daerah dalam memajukan dunia pendidikan” kata Wakil Gubernur Sulut Drs Steven Kandouw saat menutup acara puncak Goes to School Championship Mapalus Pendidikan Tahun 2024 di Kawasan Pohon Kasih Megamas Sabtu (1/6).
Acara yang berlangsung duahari itu dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Sulut dan Bank Indonesia Perwakilan Sulut serta Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulut.
Hadir dalam penutupan Dirjen Pendidikan Usia Dini dan Pendidikan Dasar Menengah (Paudasmen) Kemendikbudristek Dr Irwan Syahril Ph.D, Kadis Pendidikan Sulut Dr Femmy Suluh .M.Si, Kepala BPMP Sulut Dr Febry Dien ST.MT, Kepala Perwakilan Bank Indonesia dan Ratusan Kepala Sekolah dari SD, SMP dan SMA dan SMK baik Negeri dan Swasta serta ratusan guru guru pengerak dan ribuan siswa serta 300 musisi yang juga siswa. Acara ditandai pemberian Rekor Muri dari Musium Muri kepada Wagub Steven Kandouw, Kepala BPMP Febry Dien dan Kepala Bank Indonesia Sulut karena mengelar konser 300 musisi dari pelajar.

Menurut Wagub Steven Kandouw kegiatan goes to school championship Mapalus pendidikan ini saya memberikan apresiasi. Karena ini menunjukan bagaimana kita bergotobg royong atau Mapalus untuk majukan dunia pendidikan. Ia mencontohkan salah satu nehaga Taiwan yang dunia pendidikan maju sehinga bisa bersaing dengan Thiongkok.
Bahkan yang bergelar Ph.D cukup banyak, karena itu maju negera tersebut karena guru dan pendidikan maju. Kita didaerah kita harus dorong guru guru majukan pendidikan.
Dan kerja sama semua pihak baik tokoh Agama ,tokoh masyarakat dan cendekiawan serta pemerintah kita libatkan agar dunia pendidikan maju.
Wagub mengatakan acara ini salah satu wujud implementasi dari kearifan lokal Mapalus atau gotong royong.. Ini kita beri apresiasi karena Sulut tangan pertama yang mendapatkan efek langsung dari acara yang luar biasa.karena kata Wagub dari narasi narasi dan ide ide yang kita dengar ini benang merah dengan literasi keuangan. ” Ini kita harus gaungkan terus menerus karena ini banyak mengedepankan kerjasama melibatkan masyarakat dan tokoh agama serta serta cendekiawan” kata Kandouw.
Bahkan Wagub didepan ribuan siswa dan guru guru serta Kepsek yang hadir mengatakan, kegiatan ini betul betul memperlihatkan gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten dan Kota serta siswa siswa. Momentum ini memberikan kesan yang mendalam bagi kita dan tidak sekedar jargon atau ide.
Ditambahkan oleh Wagub bahwa belanja wajib pemerintah pusat hinga kedaerah untuk pendidikan 20 persen. Tapi korelasinya dengan indeks pembangunan termasuk pendidikan masih kita harus optimalkan. Kegiatan ini memang belum kita belum langsung rasakan. Namun ini baik kareba sudah meletakan dasar dasar yang bagus dan kokoh untuk trasformasi pendidikan di Sulut.
Wagub merasa kagum dengan atraksi 300 musisi dari siswa siswa yang membawakan beberapa buah lagu termasuk lagu daerah ” Sayang Sayang Dipatokasn” . Bahkan Wagub langung mendekati drumer perempuan yang sangat bagus. Wagub juga melakukan foto bersama dengan siswa dan para pemenang lomba dari Siswa SD, SMP dan SMK serta SMA dan memberikan dua hadia sepeda ketika dua siswa menjawab pertanyasn Wagub dengan benar.
Dirjen Paudasmen
Sementara itu Dirjen Paudasmen KemendikbudristekvDr Irwan Syahril Ph.D dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan goes to school Campinship Mapalus 2024. Ini sangat baik” Saya banga karena kerjasama membangun pendidikan di Sulut baik” kata Dirjen. Sebelumnya disela sela acara sebelum penutupan Dirjen Paudasmen melakukan dialog dengan ratusan Kepala Sekolah Paud, SD SMP dan SMK serta SMA dan guru pengerak, Dirjen Paudasmen minta agar kita harus tingkatkan kualitas belajar terutama guru guru. Pendikan usia dini dan dasar dan menengah itu harus kita tingkatkan terus. Dirjen selama di Sulut telah memantau beberapa sekolah pengerak.(Fanny)






