Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bisnis · 11 Feb 2026 18:41 WITA ·

Tinjau Runtuhan Tebing di Aceh Tengah, Menteri Dody Instruksikan Penanganan Komprehensif Sesuai Arahan Presiden


Tinjau Runtuhan Tebing di Aceh Tengah, Menteri Dody Instruksikan Penanganan Komprehensif Sesuai Arahan Presiden Perbesar

ACEH, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meninjau langsung lokasi runtuhan tebing di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, pada Jumat (6/2). Kunjungan kerja ini merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk memastikan penanganan bencana di wilayah tersebut dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi.

Dalam peninjauan tersebut, Menteri Dody menegaskan bahwa fokus
penanganan tidak boleh hanya terpaku pada titik longsoran semata. Penanganan
harus menyentuh akar masalah dan faktor pemicu di sekitar kawasan, termasuk
pengendalian aliran air dan stabilitas kondisi geologi.

“Saya hari ini spesifik berkunjung ke Aceh Tengah karena ada
arahan dari Pak Presiden Prabowo melalui Pak Seskab agar penanganannya lebih
bersifat komprehensif. Ada beberapa item yang akan kita kerjakan, mulai
dari grouting, penanganan sungai, sampai penguatan di beberapa
titik. Mesti kita lakukan penanganan cepat,” ujar Menteri Dody di lokasi
peninjauan.

Berdasarkan hasil observasi lapangan, kawasan runtuhan dinilai
belum sepenuhnya aman. Menteri Dody mengungkapkan adanya indikasi pergerakan
air di bawah permukaan tanah yang berpotensi memperbesar skala runtuhan jika
tidak segera ditangani secara teknis.

“Saya minta pekerjaan fisiknya segera dilakukan, karena tadi
saat kita meninjau, terasa ada getaran. Artinya area ini memang belum 100
persen secure (aman). Di bawah ini masih ada pergerakan air
dan itu harus kita hentikan,” tegasnya.

Kementerian PU mencatat keberadaan dua jalur jalan alternatif (detour)
di sekitar lokasi bencana. Jalur detour pertama memiliki
panjang sekitar 1,2 km, sedangkan jalur kedua mencapai 5,2 km. Menteri Dody
menekankan prioritas untuk menyelamatkan jalur detour pertama
agar tidak mengalami kerusakan lebih lanjut dan tetap dapat difungsikan.

“Kita punya detour kedua yang lebih panjang,
tapi saya harapkan detour pertama ini tidak runtuh. Tinggal
sekitar 80 meter lagi yang harus kita selamatkan, makanya saya arahkan agar
pekerjaan bisa langsung dilakukan dengan cepat,” imbuh Menteri Dody.

Secara teknis, penanganan akan dilaksanakan oleh Balai Pelaksanaan
Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Direktorat Jenderal Bina Marga. Langkah-langkah
strategis yang disiapkan meliputi pengendalian aliran Sungai Pasangan agar
tidak melimpas ke area longsoran, serta penutupan dan penguatan area gua yang
terindikasi menjadi jalur masuknya air ke bawah badan jalan.

“Dari kajian bersama Kementerian PU dan Universitas Syiah
Kuala, terindikasi ada sisipan air sungai yang masuk ke sini. Di dekat sungai
kita akan tutup alirannya, lalu di antara gua dan jalan detour kita
lakukan grouting supaya air tidak masuk dan tidak memperparah
kondisi,” jelasnya.

Selain aspek keselamatan infrastruktur, percepatan penanganan ini
dinilai krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi lokal. Kawasan sekitar lokasi
runtuhan diketahui merupakan sentra perkebunan cabai berskala besar. Menteri
Dody mengingatkan bahwa keterlambatan penanganan dapat berdampak pada
distribusi logistik pertanian.

“Kalau ini sampai melebar lagi, akan muncul masalah baru,
termasuk gangguan produksi pertanian dan potensi inflasi. Makanya saya minta
ini dikerjakan cepat supaya runtuhan tidak semakin melebar,” kata Menteri
Dody.

Kementerian PU berkomitmen untuk terus melakukan pengamanan
kawasan dan melaksanakan rencana penanganan secara bertahap. Keselamatan,
kualitas konstruksi, dan keberlanjutan fungsi jalan menjadi prioritas utama
dalam penyelesaian masalah ini.

“Jadi karena banyak pekerjaan, pasti akan perlu waktu. Namun
harapannya memang segera selesai secepat-cepatnya, tapi kualitas harus tetap
kita jaga. Supaya apapun yang kita kerjakan hari ini, dapat bertahan lama
hingga di masa mendatang,” tandas Menteri Dody.

 Program kerja
ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam
menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Konsep Indonesia Naik Kelas, Kunci Tekan Kemiskinan di Bawah 5%

11 Februari 2026 - 21:00 WITA

Kementerian PU Tangani Banjir Tol Tangerang–Merak KM 50, Siapkan Solusi Jangka Panjang Sungai Cidurian

11 Februari 2026 - 18:34 WITA

FLOQ Market Outlook: Tekanan Global dan Kebijakan Moneter Uji Ketahanan Pasar di Awal 2026

11 Februari 2026 - 18:30 WITA

Penggunaan KA Bandara PSO Tumbuh 16,9% Sepanjang 2025

11 Februari 2026 - 17:10 WITA

Menghubungkan Perjalanan dan Kesehatan: Wellness Tourism Jepang, Program Baru Hasil Kolaborasi dengan Permata Bank dan ReM CLINIC Ginza

11 Februari 2026 - 17:10 WITA

Januari 2026 Mengawali Tren Positif Pertumbuhan Layanan Ritel KAI Logistik

11 Februari 2026 - 16:54 WITA

Trending di Bisnis