Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bengkulu Selatan · 11 Jul 2025 03:38 WITA ·

Terkait Permasalahan John Deere Upja Sinar Pagi Kecamatan Bungamas Diduga Adanya Persekongkolan Oknum Dinas Pertanian


Terkait Permasalahan John Deere Upja Sinar Pagi Kecamatan Bungamas Diduga Adanya Persekongkolan Oknum Dinas Pertanian Perbesar

Sulutnews.com Bengkulu Selatan – dengan adanya permasalahan terkait John Deere aset pertanian kabupaten Bengkulu Selatan yang di kuasai oleh Upja sinar pagi kecamatan bungamas, yang mana John Deere tersebut di ketahui menghilang dalam kurun waktu satu tahun lebih diduga adanya keterlibatan oknum dinas pertanian kabupaten Bengkulu Selatan.

Dugaan keterlibatan oknum pegawai dinas pertanian kabupaten Bengkulu Selatan dengan menghilangnya John Deere tersebut, melihat tindakan yang di lakukan oleh dinas pertanian Bengkulu Selatan dalam penyelamatan aset pertanian tersebut lamban.

Selaku dinas terkait, yang bertanggung jawab atas aset aset dinas pertanian dinilai lamban dalam merespon kehilangan john Deere yang berada pada Upja sinar pagi kecamatan bungamas.

Dinas pertanian sudah sekian lama mengetahui kehilangan john Deere tersebut tidak melakukan tindakan yang positif, hingga kejadian tersebut viral di media sosial pihak pertanian seolah tidak mampu menindak Upja sinar pagi kecamatan bungamas, hal ini sangat di butuhkan campur tangan Bupati Bengkulu Selatan agar aset daerah ini tetap terjaga demi kemajuan pertanian di kabupaten Bengkulu Selatan.

Sapras dinas pertanian kabupaten Bengkulu Selatan dalam hal ini di wakili oleh Rizon saat di konfirmasi menyatakan bahwa John Deere yang berada pada Upja sinar pagi kecamatan bungamas masih terdata di dinas pertanian kabupaten Bengkulu Selatan, beliau juga menyatakan bahwa memang permasalahan itu juga sudah di ketahui nya, namun hingga berita ini di terbitkan upaya dinas pertanian dalam penyelamatan John Deere tersebut dinilai lamban, seolah tidak peduli dengan aset dinas pertanian Bengkulu Selatan.

Terpisah manejer Upja sinar pagi kecamatan bungamas Suhardi saat di konfirmasi membantah bahwa John Deere tersebut adalah milik dinas pertanian, menurut dirinya John Deere tersebut di terimanya dari pusat tanpa dinas pertanian, namun saat ini sudah menjadi hak milik manejer upja sinar pagi kecamatan bungamas sesuai pernyataan Suhardi selaku manejer dengan media ini.

Suhardi dengan lantang juga menyatakan dengan media ini saat di konfirmasi bahwa John Deere tersebut terserah dirinya, apa itu hendak di kilohi atau bagaimana itu sudah menjadi wewenang beliau selaku manejer Upja sinar pagi.

“Ya John Deere sedang saya pinjamkan, namun saat ini alatnya masih sedang posisi rusak, tapi itu urusan saya dari Polsek, polres sudah ada yang datang, tapi itulah kenyataannya karena John Deere itu sudah menjadi milik saya maka, apakah itu mau saya kilohi itu terserah saya, yang jelas tidak ada sangkut pautnya dengan dinas pertanian kabupaten Bengkulu Selatan” Ungkap manajer Upja Suhardi.

Terpisah penggiat kabupaten Bengkulu Selatan Darsoni meminta agar kiranya Bupati Bengkulu Selatan dapat melakukan evaluasi terhadap dinas pertanian Bengkulu Selatan, karena oknum dinas pertanian kabupaten Bengkulu Selatan patut diduga adanya persekongkolan dengan menghilangnya John Deere tersebut.

“Kita berharap Bupati Bengkulu Selatan dapat merespon permasalahan ini, dan apabila di perlukan agar persoalan ini dapat di proses secara hukum, sebab pernyataan dinas pertanian Bengkulu Selatan yang di wakili oleh Rizon di bidang sapras sangat berbeda dengan pernyataan manajer Upja sinar pagi kecamatan bungamas” cetus Darsoni.

Darsoni.SE juga menjelaskan terakhir yang kita ketahui keberadaan John Deere tersebut berada di kabupaten kaur, sesuai impormasi yang di dapat John Deere di sewakan oleh manajer Upja, namun banyak pertanyaan saat John Deere tersebut di isukan mengalami kerusakan. Hal itulah banyak timbulkan banyak pertanyaan di kemanakan sewa John Deere selama ini hingga kerusakan akibat di sewakan tidak dapat di perbaiki.

Untuk di ketahui sesuai juknis pemanfaatan John Deere aset pertanian Bengkulu Selatan Ini jelas bahwa penggunaan John Deere itu harus sesuai dengan mekanisme da aturan yang ada serta adanya laporan penggunaan ke dinas pertanian.

Hingga berita ini di terbitkan konfirmasi terhadap pihak pihak berkompeten lainnya sedang di upayakan. (JN)

Artikel ini telah dibaca 1,046 kali

Baca Lainnya

Anggaran Desa Padang Nibung Amburadul BPD Dinilai Berdalih Masih Sibuk Upahan Ada Apa Dengan BPD Setempat

28 Februari 2026 - 13:26 WITA

Kinerja BPD Desa Padang Nibung Dipertanyakan Plt Ketua BPD Desa Padang Nibung Dinilai Gila Jabatan

28 Februari 2026 - 09:44 WITA

Dinilai Sekdes Dan Kades Otak Amburadulnya Anggaran Desa Padang Nibung Segera Dilaporkan

28 Februari 2026 - 09:25 WITA

Pergantian Camat Pinoraya Ucapkan Trimakasih Terhadap Camat Lama Dan Selamat Bertugas Camat Baru

27 Februari 2026 - 16:48 WITA

Perlu Diaudit Realisasi Dana Desanya! Diduga Sekdes Dan Kepala Desa Padang Nibung Otak Dari Semua Amburadulnya Anggaran Dana Desa

26 Februari 2026 - 12:37 WITA

Diduga Salah Menjalankan Wewenang Sekdes Padang Nibung Dinilai Kerjasama Dengan Kepala Desa Mempertopengkan Bendahara

25 Februari 2026 - 11:33 WITA

Trending di Bengkulu Selatan