Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bisnis · 11 Mar 2026 16:49 WITA ·

Tarif Baja Era Trump Tegaskan Baja sebagai Instrumen Geopolitik, Krakatau Steel Tangkap Peluang Penguatan Industri Strategis Nasional


Tarif Baja Era Trump Tegaskan Baja sebagai Instrumen Geopolitik, Krakatau Steel Tangkap Peluang Penguatan Industri Strategis Nasional Perbesar

Jakarta, 11 Maret 2026 – Dinamika perdagangan global yang semakin menjadikan tarif baja sebagai instrumen geopolitik membuka peluang strategis bagi penguatan industri baja nasional. Bagi PT Krakatau Steel (Persero) Tbkp/Krakatau Steel Group erubahan ini menegaskan pentingnya baja sebagai komoditas strategis bernilai ekonomi tinggi sekaligus fondasi ketahanan industri.

Direktur Utama PT
Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa realitas
global tersebut harus dibaca sebagai peluang untuk memperkuat fondasi industri
baja nasional secara berkelanjutan.

“Baja
kini diakui secara global sebagai komoditas strategis yang menentukan ketahanan
industri dan ekonomi suatu negara. Bagi Krakatau Steel, ini menjadi momentum
untuk memperkuat posisi sebagai industri baja nasional yang berdaya saing,
efisien, dan mampu mendukung agenda pembangunan jangka panjang Indonesia,” ujar
Dr. Akbar Djohan yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel
Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder
Indonesia (ALFI/ILFA).

Momentum bagi Penguatan Daya
Saing Baja Nasional
 

Bagi
Krakatau Steel Group, perubahan lanskap global ini mempertegas nilai strategis
baja nasional sebagai tulang punggung pembangunan dan ketahanan ekonomi.
Pergeseran dari rezim perdagangan netral menuju rezim berbasis kepentingan
nasional menciptakan ruang bagi negara untuk memperkuat industri bajanya secara
lebih terintegrasi. 

Dr.
Akbar Djohan menambahkan, penguatan industri baja nasional juga berperan
penting dalam menjaga kepercayaan investor, karena menunjukkan adanya arah
kebijakan yang konsisten dalam melindungi sektor strategis dari volatilitas
geopolitik global. 

Tarif Berubah Fungsi: Dari
Instrumen Ekonomi ke Bahasa Kekuasaan
 

Pengamat
Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji dari Steel & Mining
Insights menjelaskan bahwa kebijakan tarif Amerika Serikat di era Presiden
Donald Trump, termasuk ancaman terhadap negara-negara Eropa dan NATO terkait
isu Greenland, menunjukkan bahwa perdagangan baja global tidak lagi sepenuhnya
bergerak dalam logika pasar. Baja kini diposisikan sebagai instrumen kekuasaan
dan keamanan nasional, sebuah realitas yang harus dibaca sebagai sinyal bisnis
dan strategi jangka panjang bagi industri baja Indonesia.

Widodo
menilai bahwa kasus Greenland menandai babak baru dalam perdagangan global, di
mana tarif digunakan sebagai alat tekanan politik, bukan lagi sekadar koreksi
distorsi pasar. “Untuk pertama kalinya secara sangat terbuka, tarif tidak lagi
dikaitkan dengan dumping atau lonjakan impor, tetapi dijadikan tuas untuk
memengaruhi sikap politik negara lain. Dalam konteks ini, perdagangan telah
bertransformasi menjadi bahasa kekuasaan,” ujar Widodo.

Menurutnya,
akses pasar Amerika Serikat kini diperlakukan sebagai leverage strategis,
bahkan untuk isu yang berada di luar domain perdagangan. Pergeseran ini
mengaburkan batas antara kebijakan ekonomi, keamanan nasional, dan politik luar
negeri.

Ketahanan Industri dan
Kedaulatan Ekonomi
 

Pergeseran
perdagangan baja global ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik
Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan ekonomi
nasional, hilirisasi industri, dan kemandirian sektor strategis. Industri baja
tidak lagi dapat diposisikan semata sebagai entitas bisnis, tetapi sebagai
instrumen kedaulatan ekonomi.

Dalam
konteks ini, Krakatau Steel terus mendorong transformasi bisnis, efisiensi
operasional, serta penguatan pasar domestik sebagai basis pertumbuhan jangka
panjang. Strategi tersebut tidak hanya menjawab tantangan global, tetapi juga
memastikan bahwa industri baja nasional menjadi bagian integral dari arsitektur
ketahanan ekonomi Indonesia. 

Dengan
dinamika global yang semakin menempatkan baja sebagai komoditas strategis,
Krakatau Steel Group memandang penguatan industri baja nasional bukan sekadar
respons defensif, melainkan peluang bisnis untuk membangun industri yang
tangguh, bernilai tambah tinggi, dan relevan dalam peta kepentingan strategis
global.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Digital Currency dan Perubahan Ekosistem Pembayaran Global

13 Maret 2026 - 14:17 WITA

Momentum Ramadan, MyRepublic Indonesia Tingkatkan Kecepatan Internet Pelanggan Setia

13 Maret 2026 - 14:15 WITA

Pererat Silaturahmi, BRI Regional Office Jakarta 1 Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim

13 Maret 2026 - 13:13 WITA

Tingkatkan Akses Layanan Nasabah, Bank Neo Commerce Relokasi KCP Pantai Indah Kapuk

13 Maret 2026 - 13:11 WITA

KAI Siagakan Ratusan Pekerja LRT Jabodebek, Siap Layani Pengguna Saat Angkutan Lebaran 2026

13 Maret 2026 - 13:06 WITA

Sinergi Kebaikan, FKIJK DKI Jakarta dan BRI Regional Office 1 Gelar Aksi Berbagi Takjil

13 Maret 2026 - 13:00 WITA

Trending di Bisnis